Jumat, 05 Juni 2009

TSS limbah tahu

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2006
Abstrak

Kartika Listiyani
STUDI KANDUNGAN TSS PENCEMARAN AIR LIMBAH TAHU PADA AIR SUNGAI ROYOM DESA CIKEMBULAN KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2006.
Vii + 47 halaman : gambar, tabel, lampiran

Industri tahu menghasilkan buangan organik yang tinggi, yang salah satunya zat padat tersuspensi, yang dapat menyebabkan air menjadi keruh, berwarna, berbau dan akibat adanya padatan tersuspensi dalam air akan mengganggu proses fotosintesis pada kehidupan air. Industri tahu merupakan salah satu penghasil limbah, pada umumnya membuang sisa hasil pengolahan produksinya secara langsung ke badan air sungai. Air sungai Royom selain digunakan sebagai pembuangan limbah tahu, perairan ikan dan irigasi pertanian, juga sebagai tempat untuk keperluan sehari-hari seperti, mencuci pakaian, bahan makanan dan mandi, sehingga dimungkinkan adanya zat padat tersuspensi (TSS) pada air sungai Royom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan parameter fisik, meliputi, suhu, bau, debit dan pH, kandungan TSS pencemaran air limbah tahu pada air sungai jarak 50 m hulu sebelum efluen pabrik tahu,jarak 50 m sesudah efluen pabrik tahu dan air sungai bagian tengah diantara dua titik pengukuran.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Peneliti hanya ingin mengetahui gambaran kandungan TSS akibat pencemaran air limbah tahu pada air sungai Royom. Cara pengumpulan data dengan wawancara, observasi, pengukuran, pemeriksaan. Analisis data membandingkan dengan standar yaitu PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Hasil penelitian menunjukan kandungan TSS pada air sungai Royom diperoleh rata-rata pada pencemaran air limbah tahu pada air sungai jarak 50 m hulu sebelum efluen pabrik tahu adalah 900 mg/lt, pada jarak 50 m hilir sesudah efluen pabrik tahu adalah 705 mg/lt dan pada bagian tengah diantara dua titik pengukuran adalah 965 mg/lt dan debit air sungai Royom rata-rata adalah 0,72 m3/dt.
Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpulkan bahwa Kandungan TSS pada air sungai Royom tidak memenuhi standar PP Nomor 82 Tahun 2001 yaitu untuk TSS adalah 400 mg/lt. Disarankan pada industri tahu untuk tidak membuang air limbahnya langsung ke air sungai, tetapi diolah lebih dahulu melalui proses pengolahan air limbah.

Daftar bacaan : 17(1987-2003)
Kata Kunci : Kandungan TSS
Klasifikasi :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar