Minggu, 07 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Depkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008


Abstrak
Arum Riyanti
STUDI KOMPARASI PENYUSUTAN VOLUME SAMPAH ORGANIK PASAR BUMIAYU PADA PENGOMPOSAN MENGGUNAKAN INOKULUM RAGI TEMPE CAIR ”GANEFATI” ANTARA METODE AEROB DAN ANAEROB DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2008
vii + 53 halaman : 1 gambar, 4 tabel, 5 grafik, 3 lampiran

Masalah sampah masih menjadi masalah besar bagi lingkungan, masyarakat, maupun dinas terkait. Sampah memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Sumber sampah yang terbanyak dari pemukiman dan pasar tradisional, sebagian besar merupakan sampah organik. Pengelolaan sampah organik dengan teknologi pengomposan menggunakan inokulum sebagai stater kompos yang menggunakan bakteri merupakan alternatif yang dapat diterapkan. Ragi tempe dapat digunakan pada proses pengomposan karena mengandung jamur Rhizopus oligosporus yang membantu proses penguraian bahan kompos sehingga terjadi penyusutan volume. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyusutan volume sampah organik pasar pada pengomposan dengan menggunakan inokulum ragi tempe cair ”Ganefati” antara metode aerob dan anaerob, serta mengetahui perbandingan penyusutan yang terjadi.
Metode penelitian yang dipakai yaitu pra eksperimental dengan rancangan penelitian the one group pre and post test. Pengumpulan data dengan wawancara dan pengukuran di lapangan. Pengolahan data dengan editing, coding, tabulating, analisis dan interpretasi. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi, tabel dan grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan volume dengan metode aerob lebih besar dari pada dengan metode anaerob. Hasil rata-rata penyusutan volume dengan metode aerob sebesar 76,66 liter atau sebesar 76,66 %, penyusutan dengan menggunakan metode anaerob rata-rata sebesar 57,66 liter atau sebesar 57,66 %, dan perbandingan penyusutan volume tersebut sebesar 2,35%, selisih hasil proses pengomposan 19 liter atau 19 % dari volume awal bahan kompos yaitu 100 liter.
Penulis menyarankan pihak Pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan menyediakan sarana pengangkutan yang berbeda antara sampah organik dan anorganik, memberikan pembinaan pentingnya penanganan sampah pada awal penimbulan dan pelatihan tenaga kebersihan pasar dalam penanganan sampah. Pihak Pasar dapat memisahkan sampah organik dan anorganik dari penimbulannya yaitu pedagang.

Daftar bacaan : 20 ( 1983 – 2007 )
Kata kunci      : penyusutan volume sampah
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar