Jumat, 05 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2006

Abstrak
Fitri Nurussakinah
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN GULA PASIR TERHADAP DAYA AWET MANISAN PEPAYA DI DESA GUCI KECAMATAN BOJONG KABUPATEN TEGAL TAHUN 2006
xvii + 44 halaman : Gambar, Tabel, Lampiran

Buah pepaya termasuk dalam golongan makanan yang mudah membusuk. Pengawetan buah pepaya menggunakan gula sistem basah masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi larutan gula pasir terhadap daya awet manisan pepaya pada proses pengawetan sistem basah.
Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan desain The Static Group Comparison, sampelnya adalah buah pepaya solo dengan ukuran potongan panjang 5 cm, lebar 1,5 cm dan tebal 0,2 cm dan berat 250 gr setiap 1000 ml larutan. Konsentrasi yang diteliti adalah 0 gr/l, 250 gr/l, 500 gr/l, 750 gr/l dan 1000 gr/l.
Berdasarkan uji statistik dengan perhitungan diperoleh mean square sebesar 100,065 sedangkan pada tabel degree of freedom (df) sebesar 24 dan level signifikansi kurang dari 0,05. Dengan demikian ada pengaruh konsentrasi larutan gula pasir terhadap daya awet manisan pepaya. Adapun daya awet manisan pepaya yaitu pada konsentrasi 0 gr/l selama 0,5 hari, konsentrasi 250 gr/l selama 2,6 hari, konsentrasi 500 gr/l selama 4,4 hari, konsentrasi 750 gr/l selama 7,9 hari, konsentrasi 1000 gr/l selama 11,8 hari.
Dapat disimpulkan bahwa daya awet buah pepaya yang paling baik yaitu sebesar 11,8 hari. Sebagai saran kepada peneliti lain yang akan melakukan penelitian semacam agar konsentrasi larutan gula pasir lebih divariasi atau menggunakan jenis buah yang lain.

Daftar bacaan : 16 (tahun 1978- tahun 1999)
Kata kunci      : Daya awet manisan pepaya dan konsentrasi gula pasir
Klasifikasi      :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar