Selasa, 09 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008

Abstrak
Hana Uzlifa Naimah
STUDI KANDUNGAN BORAKS DALAM LALAPAN DAUN SINGKONG PADA RUMAH MAKAN PADANG DI TERMINAL BUS PURWOKERTO
TAHUN 2008
vi+40 halaman:, tabel, lampiran

Boraks merupakan garam natrium Na2B4O710H2O yang banyak dgunakan diberbagai industri non pangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu dan keramik. Penggunaan boraks dalam makanan mempunyai sifat dapat menimbulkan efek kenyal pada adonan serta dapat memperpanjang masa simapn suatu bahan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan boraks pada lalapan daun singkong.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif, yaitu untuk menggambarkan ada tidaknya kandungan boraks pada sayur daun singkong yang dijual di rumah makan padang di Terminal Bus Purwokerto. Jumlah sampel yang dimbil sebanyak lima sampel lalapan daun singkong dari amsing-masing rumah makan padang yang ada di Terminal Bus Purwokerto, sampel diambil denagn metode porposif. Sedangkan populasinya yaitu semua lalapan daun singkong pada rumah makan padang di Terminal Bus Purwokerto.
Hasil pemeriksaan kandungan boraks pada sayur daun singkong yang dijual di Terminal Bus Purwokerto menunjukkan bahwa dari lima sampel yang diambil dua sampel (40%) sayur daun singkong positif mengandung boraks dan tiga sampel (60%) sayur daun singkong negatif mengandung boraks.
Dari hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa sayur daun singkong yang dijual pada Rumah Makan Padang di Terminal Bus Purwokerto belum aman untuk dikonsumsi karena mengandung boraks. Kepada masyarakat dan penjual sebaiknya tidak menggunakan borak sebagai bahan pengawet.

Daftar bacaan : 12 (1991-2007)
Kata kunci      : Boraks, Rumah makan Padang, Terminal Bus Purwokerto.
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar