Minggu, 07 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Poltekkes Depkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008


Abstrak
Dewi Indri Astuti
PENGARUH PEMAKAIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA {Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl} SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti TAHUN 2008
Xv + 84 halaman, tabel, gambar, lampiran.

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina sebagai vektor yang mengandung virus dengue dalam tubuhnya. Adapun alternatif praktis dan ramah lingkungan dalam pengendalian vektor ini yaitu dengan penggunaan insektisida hayati dari buah mahkota dewa guna pengendalian terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.
Jenis penelitian yang digunakan adalah True experiment dengan metode penelitian One Way Anova dan desain Postest Only Control Group. Kontainer yang digunakan adalah enamel dengan volume 500 ml, volume air masing-masing enamel adalah 250 ml. Larva nyamuk yang digunakan sebanyak 20 ekor pada masing-masing enamel yaitu Aedes aegypti instar III- IV, dengan waktu kontak selama 24 jam. Replikasi penelitian dilakukan 3 kali pengulangan.
Selama penelitian temperatur udara lokasi penelitian berkisar antara 26° s/d 28° C, kelembaban udara antara 86 % s/d 87 %, temperatur air perindukan larva 25,4° s/d 26,9° C, pH air perindukan larva pH 6,8 s/d 7,6.
Hasil perhitungan kematian larva Aedes aegypti selama waktu kontak 24 jam dengan replikasi 3 kali pengukuran yaitu konsentrasi 10 ppm = 43,5 %, 20 ppm = 50 %, 30 ppm = 56,5 %, 40 ppm = 70 %, 50 ppm = 83,5 % dan kontrol = 1,5 %.
Hasil analisis Probit LC50 = 18,364 ppm dan LC90 = 130,894 ppm, sedangkan analisis Anova antar perlakuan bahwa nilai signifikan (0,027) kurang dari α ( 0,05), sehingga Ho ditolak, artinya ada beda yang bermakna antara berbagai konsentrasi (10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm) ekstrak buah mahkota dewa terhadap kematian larva Aedes aegyptii. Uji lanjut dari Anava (LSD) menunjukkan bahwa ada beda yang bermakna yaitu antara kontrol dengan konsentrasi 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm, sedangkan antar konsentrasi lain ada beda tetapi tidak signifikan.
Insektisida hayati tidak dapat bertahan lama, maka harus memperhatikan waktu penyimpanan dan harus disimpan pada tempat tidak tembus cahaya untuk mengurangi fotolisis dari zat aktif yang terkandung didalamnya.

Daftar bacaan : 22 (1985 s/d 2007)
Kata kunci      : Insektisida Hayati, Ekstrak buah mahkota dewa
Klasifikasi       : -

1 komentar: