Selasa, 09 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008

Abstrak
Wiwit Damayanti
STUDI IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN KEPADATAN KECOAK PADA KERETA API LOGAWA DI STASIUN KERETA API PURWOKERTO TAHUN 2008
XIV+49 halaman: gambar, tabel, lampiran, diagram

Kecoak adalah serangga dengan bentuk tubuh oval, piupih dorso-ventral, kepalanya tersembunyi dibawah pronotum, dilengkapi dengan sepasang mata majemuk dan satu mata tunggal, antena panjang, sayap dua pasang, tiga pasang kaki. Pronotum dan sayap licin, tidak berambut dan tidak bersisik, berwarna coklat tua. Kecoak juga merupakan suatu jenis jenis insekta yang mengganggu manusia. Kecoak dapat bertindak sebagai vektor, khususnya sebagai vektor mekanis yaitu sebagai pembawa bibit penyakit dan dipindahkan ke makanan, dan bila termakan manusia maka dapat menularkan penyakit. Kereta api adalah alat transportasi manusia, selain itu besar kemungkinan kecoak hidup di dalam gerbong kereta api.
Metode dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan secara cross sectional karena hanya menggambarkan fakta yang ada berupa identifikasi kecoak dan kepadatan kecoak, setelah data diperoleh maka akan dianalisa tabel yaitu setelah data terbentuk dalam tabel kemudian dianalisa secara deskriptif.
Lima gerbong yang diperiksa mendapatkan hasil bahwa gerbong satu (K3-65534 PWT) masuk dalam kategori kepadatan sedang karena memiliki nilai Z kepadatan -0,87833, Gerbong dua (K3-65534 PWT) masuk dalam kategori kepadatan sedang karena memiliki nilai Z kepadatan 0,87831, gerbong tiga ( K3-93513 PWT) masuk dalam kategori kepadatan tinggi karena memiliki nilai Z kepadatan 1,07349, gerbong empat G4 (K3-93701PWT) masuk dalam kategori kepadatan sedang karena memiliki nilai Z kepadatan 0,039036, kereta makan masuk dalam kategori kepadatan tinggi karena memiliki nilai Z kepadatan 1,07349. Spesies yang ditemukan adalah P.americana, P. australasiae, B. germanica.
Peneliti mendapat kesimpulan bahwa kepadatan kecoak di masing-masing gerbong dalam kategori sedang dan tinggi, untuk itu perlu mendapat perhatian lebih dari pihak stasiun dan para penumpang. Peneliti juga menyarankan agar lebih meningkatkan kebersihan gerbong serta melakukan pengendalian secara kimia menurut bionomik kecoak.

Daftar bacaan : 10 (1979-2005)
Kata kunci      : kecoak
Klasifikasi       :
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar