Minggu, 07 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program studi DIII Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008


Abstrak
Aldila Okasiana Africh Nugroho
KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN SERAI (Cymbopogon nardus) SEBAGAI ZAT PENOLAK (repellent) NYAMUK Aedes aegypti.
XIV+43 halaman: tabel, lampiran

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan dengan cara pengendalian vektor demam berdarah. Pengendalian vektor demam berdarah umumnya menggunakan insektisida sintetis, namun penggunaannya berdampak negatif terhadap lingkungan. Serai merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk pengendalian vektor demam berdarah karena mengandung sitronelol yang bersifat racun terhadap serangga, dalam hal ini serai dapat digunakan sebagai repellent penolak nyamuk.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penolakan nyamuk Aedes aegypti terhadap ekstrak serai selama 120 menit.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan perlakuan untuk mengetahui angka hinggap nyamuk Aedes aegypti dengan menggunakan konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 9%, 12% masing-masing dengan 18 ekor nyamuk yang dikontakan selama 5 menit dalam waktu yang ditentukan sampai dengan 120 menit. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan dilakukan perhitungan jumlah angka yang hinggap pada perlakuan yang kemudian data tersebut dianalisis probit untuk mengetahui keefektifan ekstrak serai selama 120 menit dan dianalisis anova untuk mengetahui perbedaan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 9%, dan 12%.
Hasil penelitian menggunakan analisis anova menunjukkan ada perbedaan penggunaan ekstrak serai (Cymbopogon nardus) dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 9%, 12% selama 120 menit. Hasil analisis probit diperoleh konsentrasi 12% mempunyai keefektifan sampai dengan menit ke-120 mencapai 70% dengan tingkat kepercayaan 95% dan interval interal konsentrasinya antara 10,4 % sampai dengan 12,4%. Hal ini membuktikan bahwa serai dapat digunakan untuk penolak/repellent nyamuk Aedes aegypti.

Daftar bacaan : 14 (1985-2008)
Kata kunci      : Repellent, Aedes aegepty dan Cymbopogon nardus.
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar