Minggu, 13 Oktober 2019

STUDI SISA CHLOR DI RESERVOAR DAN JARINGAN DISTRIBUSI PELANGGAN IPA 2 SEMPOR PDAM TIRTA BUMI SENTOSA WILAYAH PELAYANAN GOMBONG TAHUN 2019.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Ayu Indrarti (ayuindrarti123@gmail.com)
STUDI SISA CHLOR DI RESERVOAR DAN JARINGAN DISTRIBUSI PELANGGAN IPA 2 SEMPOR PDAM TIRTA BUMI SENTOSA WILAYAH PELAYANAN GOMBONG TAHUN 2019.
XVI+44: tabel, gambar, lampiran.

PDAM Tirta Bumi Sentosa Unit Sempor terletak di Desa Bojong, Tanjungseto, Sempor, Kabupaten Kebumen yang merupakan satu-satunya perusahaan air minum berskala BUMD yang ada di Kecamatan Sempor. Kebutuhan air minum sebagian besar warga bersumber dari PDAM tersebut. Dalam memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat, PDAM Tirta Bumi Sentosa memanfaatkan sumber air baku yang berasal dari waduk Sempor. Berdasarkan data pemeriksaan pada bulan November 2018, hasil pemeriksaan sisa chlor berkisar 0,1-0,6 ppm. Parameter yang diperiksa yaitu fisika, kimia, dan bakteriologi. Parameter yang belum memenuhi persyaratan kesehatan yaitu parameter fisika seperti kekeruhan, bau (berbau kaporit), dan jumlah zat padat terlarut (TDS). Keberadaan sisa chlor sangat diperlukan karena dapat mengurangi pertumbuhan mikroorganisme sekaligus memperkecil potensi penularan penyakit melalui air.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif karena data diperoleh dalam bentuk kalimat dan diuraikan menjadi gambaran kejadian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan cara observasi, serta wawancara untuk memperoleh gambaran umum tentang pemeriksaan sisa chlor di PDAM Tirta Bumi Sentosa Unit Sempor.
Hasil penelitian secara umum pemeriksaan sisa chlor di reservoir dan jaringan distribusi pelanggan IPA 2 Sempor PDAM Tirta Bumi Sentosa wilayah pelayanan Gombong dengan kadar sisa chlor di reservoir 0,7 mg/l, kadar sisa chlor pada jarak pelayanan dekat 0,7 mg/l dengan jarak 4 km dari titik klorinasi, kadar sisa chlor pada jarak pelayanan sedang 0,8 mg/l dengan jarak 7 km dari titik klorinasi, dan kadar sisa chlor pada jarak pelayanan terjauh 0,1 mg/l dengan jarak 11 km dari titik klorinasi. Kesimpulan penelitian adalah secara umum pemeriksaan sisa chlor di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sempor PDAM Tirta Bumi Sentosa sudah memenuhi syarat, sehingga perlu dipertahankan kualitasnya.

Daftar bacaan : 17 (1983-2010)
Kata kunci      : Sisa chlor, jarak, PDAM.
Klasifikasi      : -
Fulltext

DESKRIPSI KASUS MALARIA BERDASARKAN PENDEKATAN VARIABEL EPIDEMIOLOGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMANGU 1 KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013-2017

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Reviana Kumorojati (revianakj@gmail.com)
DESKRIPSI KASUS MALARIA BERDASARKAN PENDEKATAN VARIABEL EPIDEMIOLOGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMANGU 1 KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013-2017
XVII + 105 halaman: gambar, tabel, lampiran

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Puskesmas Banjarmangu 1 merupakan Puskesmas dengan jumlah kasus malaria tertinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui deskripsi kasus malaria berdasarkan pendekatan variabel epidemiologi di wilayah kerja Puskesmas Banjarmangu 1 tahun 2013-2017. Metode penelitian  adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Malaria di wilayah kerja Puskesmas Banjarmangu 1 pada tahun 2013-2017 dengan penderita umur 12-45 tahun ada 58%, jenis kelamin laki-laki dengan ratio 1.22 , kasus tertinggi di desa Paseh dengan 48.5%, dan pucak kasus pada Bulan Februari 2013. Jenis Plasmodium falciparum bentuk Ringform ada 309 temuan. Nyamuk Anopheles balabacensis ada 90% hasil temuan. Penderita malaria tahun 2017 berprofesi sebagai petani ada 23%, dengan status menikah ada 54%, tingkat pendidikan lulusan SD ada 46%, berpenghasilan > Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 ada 43%, perilaku tidak menggunakan obat anti nyamuk, gejala yang dirasakan demam, dan kondisi rumah dekat dengan kebun salak.
Kesimpulan malaria di wilayah kerja Puskesmas Banjarmangu 1 tahun 2013-2017 lebih banyak menyerang orang yang beraktifitas didaerah yang terdapat banyak vektor malaria, kondisi lingkungan yang disukai nyamuk Anopheles, dan kasus malaria terjadi pada musim hujan. Saran peneliti untuk lebih meningkatkan kegiatan Active Case Detection.

Daftar bacaan  : 12 (2009-2018)
Kata kunci       : Epidemiologi, Malaria
Klasifikasi       :
Fulltext

TINJAUAN SANITASI PERMUKIMAN DI DESA KLACES KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Mirnawati (mirnaajah14@gmail.com)
TINJAUAN SANITASI PERMUKIMAN DI DESA KLACES KECAMATAN KAMPUNG
LAUT KABUPATEN CILACAP TAHUN 2019
XV + 72 halaman : Lampiran, tabel, gambar

Permukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup, permukiman tidak sehat dapat mengakibatkan penyakit berbasis lingkungan. Permasalahan di Desa Klaces berupa kondisi pembuangan tinja, pembuangan sampah, pembuangan air limbah dan pengendalian vektor. Tujuan penelitian adalah mengetahui sanitasi permukiman di Desa Klaces.
Metode penelitian deskriptif dengan cara observasi, pengukuran, wawancara serta studi kepustakaan untuk memperoleh gambaran umum kondisi sanitasi permukiman di Desa Klaces. Subyek penelitian adalah sanitasi perumahan di Desa Klaces dengan mengambil sampel 50 rumah.
Hasil penelitian, kondisi sanitasi permukiman di Desa Klaces seperti kondisi fisik bangunan sebanyak 74% memenuhi syarat, penyediaan air bersih sebanyak 100% memenuhi syarat, sarana pembuangan kotoran dan septictank sebanyak 58% memenuhi syarat, pembuangan air limbah sebanyak 100% tidak memenuhi syarat, pembuangan sampah sebanyak 100% tidak memenuhi syarat, pengendalian vektor sebanyak 100% tidak memenuhi syarat, suhu ruangan sebanyak 6% memenuhi syarat, kelembaban sebanyak 26% memenuhi syarat, pencahayaan sebanyak 84% memenuhi syarat dan sarana dan prasarana sebanyak 84% memenuhi syarat.
Kesimpulan kondisi sanitasi permukiman di Desa Klaces memenuhi syarat, namun masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan seperti pembuangan air limbah, pembuangan tinja, pembuangan sampah, dan pengendalian vektor sebanyak 100%. Disarankan sebaiknya pihak pemerintah dari dinas kesehatan dan puskesmas bekerjasama melakukan penyuluhan pada rumah warga.

Daftar bacaan : 16 (1999-2018)
Kata kunci      : Sanitasi,Permukiman
Klasifikasi      : -
Fulltext

TINJAUAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) IR. SOEKARNO KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2018

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III
Tugas Akhir, 10 April 2019
ABSTRAK
Fadhilah Rahmah Yuanti (dhila.rahma14@gmail.com)
TINJAUAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) IR. SOEKARNO KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2018
xvi + 97 halaman : gambar, tabel, lampiran

Sistem penyediaan air bersih di rumah sakit merupakan bagian dari sanitasi rumah sakit yang mempunyai peran penting dalam upaya pencegahan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem penyediaan air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo.
Metode penelitian deskriptif dengan dengan metode cross sectional. Subyek penelitian ini adalah sistem penyediaan air bersih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo.
Hasil penelitian menunjukkan sumber air bersih diperoleh dari air sumur dan air PDAM. Kualitas fisik air bersih tidak berbau, tidak berasa, ± 3 oC suhu ruangan, dan kekeruhan tidak lebih dari 25 NTU. Kualitas kimia pH hasil 8.10, besi (Fe) tidak lebih dari 1.0 mg/l, mangan 1.06 mg/l, 0.76 mg/l, 0.61 mg/l, dan 0.52 mg/l. Kualitas bakteriologis tidak lebih dari 50 CFU/100 ml dan E. Coli tidak lebih dari 0 CFU/100 ml. Kuantitas air bersih 123.40 m3/hari, 124.30 m3/hari, 125.56 m3/hari. Kontinuitas air bersih tersedia sepanjang waktu. Air di distribusikan dengan sistem perpipaan dapat diakses dengan mudah. Pengawasan dilakukan 4 bulan sekali. Biaya operasional sebanyak 200 juta.
Kesimpulan adalah kuantitas, kontinuitas, aksesibilitas, dan pengawasan sudah memenuhi syarat. Kualitas air sudah memenuhi syarat kecuali parameter pH dan mangan. Disarankan bagi rumah sakit kegiatan pemeriksaan kualitas air bersih mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Hygiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum.

Daftar Bacaan : 20 (2001-2019)
Kata Kunci     : Tinjauan Penyedian Air, Air Bersih, Rumah Sakit
Klasifikasi      : -
Fulltext

PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Linar Muari (linarmuari12@gmail.com)
PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP TAHUN 2019
XV + 67 halaman: gambar, tabel, lampiran

Menurut Sugeng Abdullah (t-tahun) persyarat penyediaan air bersih meliputi kualitas (fisik, kimia, mikrobiologi dan radioaktif), kuantitas, kontinuitas, mudah diproses dan ekonomis. Pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi masalah yang sulit di Kecamatan Kampung Laut. Pemeriksaan lengkap kualitas air bersih juga belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian mengetahui penyediaan air bersih di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap Tahun 2019.
Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional. Data hasil penelitian disajikan dengan mendeskripsikan data dalam bentuk tabel dan narasi. Jumlah sampel yang diteliti berdasarkan sumber air bersih yang digunakan yaitu setiap desa diambil satu rumah yang dijadikan sampel.
Hasil penelitian menunjukan sumber air bersih yaitu air hujan (sarana PAH), air tanah (sarana SGL dan perpipaan). Kualitas air bersih yang diperiksa tidak berbau, tidak berasa, suhu air 290C, pH 5,8-7,1, klorida 0,1-0,7 mg/l, dan Coliform 0-326 CFU/100 ml. Kuantitas air bersih 166,3 liter/orang/hari. Kontinuitas air bersih tersedia selama musim hujan, pada musim kemarau tetap tersedia hanya saja kuantitas dan kualitasnya menurun. Aksesibilitas air bersih termasuk akses optimal dengan jarak tempuh 1-7 meter dan waktu tempuh < 1 menit. Harga air bersih perpipaan dengan sistem pompa listrik yaitu Rp 500 dan Rp 3.000 per 1 m3.
Kesimpulan adalah penyediaan air bersih di Kecamatan Kampung Laut secara umum memenuhi syarat pada musim hujan. Saran untuk peneliti perlu dilakukan penelitian sejenis tentang penyediaan air bersih pada musim kemarau.

Daftar Bacaan : 36 (1990-2018)
Kata Kunci      : Penyediaan Air Bersih, Kampung Laut
Klasifikasi       : -
Fulltext

STUDI DESKRIPTIF SANITASI PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Fiska Ilahi Wahdati (fiskawahdati@gmail.com)
STUDI DESKRIPTIF SANITASI PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP TAHUN 2019
XIV+48 halaman: table, gambar, lampiran

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang di pergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang dan bongkar muat barang. Sehingga pelabuhan perlu mendapat pengawasan dan pemantauan agar dalam proses aktifitas di Pelabuhan merasa aman dan nyaman serta terhindar dari resiko terjadinya penyakit yang disebabkan oleh lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui lebih keadaan sanitasi lingkungan di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Jenis penelitian deskriftif dengan cara pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi pada obyek yang akan diteliti, wawancara dengan pengelola serta dilakukan pengukuran, meliputi sanitasi dasar, kondisi lingkungan luar dan dalam, penyediaan kualitas air bersih, penanganan limbah cair, kondisi kamar mandi/wc, pengendalian vektor binatang pengganggu dan fasilitas penunjang kemudian hasilnya diolah dan dianalisis. Hasil sanitasi Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap masuk dalam katagori baik dengan presentase 72.46%. Adapun komponen yang belum memenuhi syarat antara lain meliputi kondisi lingkungan yang masih terdapat sampah berserakan, kamar mandi/wc yang tidak tersedia urinoir dan fasilitas antiseptic atau cairan sabun, pengelolaan sampah yang tidak tertutup dan tidak kedap air serta tidak tersedia pabrik pengolahan air limbah.
Penulis memberi saran untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan pelabuhan agar tetap bersih, membuat urinoir serta memberi fasilitas antiseptic atau cairan sabun dan tetap menjaga kebersihan kamar mandi/wc, mendirikan bangunan khusus untuk tempat pembuangan sampah sementara agar tertutup, membuat pabrik pengolahan air limbah agar limbah tidak langsung dibuang ke laut tanpa melalui proses terlebih dahulu.

Daftar bacaan : 13 (1990 – 2018)
Kata kunci      : Sanitasi, Pelabuhan
Klasifikasi      :
Fulltext

STUDI PENGELOLAAN AIR BERSIH DI BAGIAN PRODUKSI KESUGIHAN PDAM TIRTA WIJAYA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2019

Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Tugas Akhir, Mei 2019
Abstrak
Rozi Qohtun Widarapuri (roziqohtunw@gmail.com)
STUDI PENGELOLAAN AIR BERSIH DI BAGIAN PRODUKSI KESUGIHAN PDAM TIRTA WIJAYA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2019
XII + 62 halaman : gambar, tabel, lampiran

Instalasi Pengelolaan Air Bersih Kesugihan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bagian Produksi Kesugihan bertanggung jawab untuk penyediaan air bersih dan pengawasan kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan. Tujuan penelitian untuk mengetahui sistem pengelolaan air bersih di Bagian Produksi Kesugihan PDAM Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap.
Metode penelitian adalah deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah proses pengelolaan air bersih. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data yang digunakan berisi hasil penelitian yang dibandingkan dengan standar persyaratan menurut Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum.
Hasil penelitian  susunan organisasi bagian produksi sudah tersusun dengan baik tetapi masih kurang untuk karyawan bagian laboratorium. Tahap pengolahan air bersih yaitu intake, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, desinfeksi, reservoir. Hasil evaluasi pengolahan air bersih dari data yang diambil satu bulan sudah memenuhi syarat membandingkannya dengan baku mutu yang berlaku. Di bagian produksi kesugihan tidak ada bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tetapi untuk yang bertanggung jawab mengenai Alat Pelindung Diri (APD) yaitu Sub Bagian Instalasi Pengolahan Air.
Simpulan dari penelitian ini Bagian Produksi Kesugihan membutuhan karyawan untuk bagian laboratorium.Tahapan pengolahan air bersih sudah baik dan melalui proses secara urut, hasil dari data evaluasi pengolahan air bersih sudah memenuhi syarat. Saran dari peneliti yaitu dibentuknya bagian organisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Daftar bacaan : 8 (2003 – 2018)
Kata Kunci     : PDAM, Pengelolaan Air Bersih
Klasifikasi      :
Fulltext