Selasa, 09 Juni 2009

(oleh Rusmiyati, AMd)

Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian studi daya bunuh bakteri Bacillu thuringiensis h-14 terhadap larva nyamuk Aedes aegypti kemudian dilakukan pembahasan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:
1). Pengukuran kadar beberapa parameter lingkungan antara lain : suhu air berkisar 260C-260C ph air awal 6,89-6,56 dan Kelembaban ruang penelitian berkisar antara 86%-87%.
2). Kematian larva Aedes aegypti pada penggunaan bakteri Bacillus thuringiensis H-14 masing-masing konsentrasi berbeda-beda, pada konsentrasi 0,01 ml/ 100ml air kematian larva mencapai rata-rata kematian 37%, pada konsentrasi 0,03 ml/ 100 ml air kematian larva Aedes aegypti mencapai rata-rata kematian 57%, pada konsentrasi 0,05 ml/ 100 ml air kematian larva mencapai 85%, pada konsentrasi 0,07ml/ 100 ml air mencapai kematian 100%, pada konsentrasi 0,09 ml/ 100ml air mencapai kematian 100% dan pada konsentrasi 0,10 ml/ 100 ml air kematian 100%.
3). Konsentrasi bakteri Bacillus thuringiensis H-14 yang dapat membunuh 50% larva nyamuk Aedes aegypti adalah 0,02 ml/ 100ml air .
4).
50Konsentrasi bakteri Bacillus thuringiensis H-14 yang dapat membunuh 90% larva nyamuk Aedes aegypti adalah 0,05 ml/ 100ml air.
5). Ada perbedaan kematian (daya bunuh) larva Aedes aegypti pada konsentrasi bakteri Bacillus thuringiensis H-14 0.01ml/ 100ml air dengan konsentrasi 0,07 ml/ 100ml air; 0,09ml/100ml air dan 0,10 ml/ 100ml air, sedangkan untuk konsentrasi 0,07ml/100ml air dengan 0,09 ml/ 100 ml air tidak ada perbedaan kematian larva Aedes aegypti, dan 0,07 ml/ 100ml air dengan 0,10 ml/ 100 ml air tidak ada perbedaan kematian larva Aedes aegypti .

Saran1. Perlu uji lanjutan sebelum hasil ini diterapkan dimasyarakat.
2. Bagi peneliti selanjutnya dapat diujikan mengenai efek residu bakteri Bacillus thuringiensis H-14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar