Jumat, 05 Juni 2009

Faktor fisik lingkungan kerja

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2006


Abstrak
Ernawati

STUDI TENTANG KONDISI FAKTOR FISIK LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI PT KRISNA JAYA MEKAR KECAMATAN KUTOARJO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2006
XV + 65 : tabel, lampiran

Faktor-faktor fisik lingkungan dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit akibat kerja dalam ruangan atau tempat kerja, oleh karena itu perlu adanya pengawasan. PT Krisna Jaya Mekar khususnya pada bagian produksi dalam proses kegiatannya menghasilkan kebisingan, sedangkan pencahayaan di tempat tersebut juga bervariasi. Penggunaan bahan kimia sebagai bahan campuran produksinya berpengaruh terhadap suhu basah, suhu kering, suhu panas dan kelembaban. Melihat keadaan tersebut dapat dimungkinkan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Persyaratan tentang Nilai Ambang Batas faktor fisik di tempat kerja dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-51/MEN/1999 berlaku baik untuk industri yang berdiri sendiri maupun kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi faktor fisik lingkungan kerja pada bagian produksi PT Krisna Jaya Mekar Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.
Metode yang dipakai adalah metode deskriptif yng dilakukan dengan observasi melalui pengumpulan data primer, data sekunder dan studi pustaka. Analisis yang dipakai dengan membaca tabel/angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, lalu membandingkan dengan teori yang ada pada tinjauan pustaka dan peraturan perundangan yang berlaku.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 3 hari, kebisingan rata-rata yaitu 92,22 sedangkan NAB yang ditetapkan adalah 85 dB dengan waktu pemaparan selama 8 jam/hari. Secara umum iklim kerjanya telah memenuhi syarat yang ditetapkan tetapi untuk suhu basah alami pada titik II hari kedua sebesar 30,7oC (telah melebihi batas yang diperkenankan).
Saran bagi pemilik perusahaan untuk mengurangi kebisingan yaitu dengan menyediakan APD berupa ear plug, rotasi tenaga kerja ke bagian lain dan pemeliharaan secara rutin terhadap mesin. Sedangkan untuk pengendalian suhu basah alami dengan pemasangan plat logam di depan sumber panas dan mempercepat aliran udara.

Daftar bacaan : 6 (1983-1999)
Kata kunci : faktor fisik lingkungan kerja
Klasifikasi :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar