Minggu, 07 Juni 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008


Abstrak
Aisty Maulani
STUDI KUALITAS MIKROBIOLOGIS PADA ALAT MAKAN DI RESTORAN CINTA ALAM KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2008
xv + 44 halaman, 2 tabel, 2 gambar, 8 lampiran

Restoran penting sekali dipandang dari sudut kesehatan, karena dari restoran tersebut dapat menimbulkan terjadinya keracunan makanan dan penyakit infeksi yang membahayakan kesehatan. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada makanan adalah dengan cara pencucian pada alat makan menggunakan detergen agar bebas dari mikroorganisme. Berdasarkan observasi penulis di Restoran Cinta Alam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas digunakan detergen cair dalam proses pencucian alat makan, namun belum diketahui jumlah kuman pada alat makan setelah proses pencucian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah kuman pada alat makan dengan metode Total Plate Count, pemisahaan sisa-sisa makanan, sarana pencucian alat makan, penirisan dan sanitasi tempat penyimpanan alat makan serta penggunaannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dari data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar yang ada.
Hasil penelitian diperoleh, jumlah kuman rata-rata pada mangkuk 1,3x104, piring 1,1 x 10 3, gelas 6,3 x 10 0, garpu 1,7 x 10 4 dan sendok 2,0 x 10 3. Pemisahan sisa-sisa makanan dilakukan di restoran, terdapat sarana pencuci 3 bak, dan dilakukan penirisan. Keadaan sanitasi tempat penyimpanan alat makan diperoleh skor 85,7 % dikategorikan baik. Penggunaan alat makan telah sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah kuman rata-rata pada alat makan tidak memenuhi standar Ditjen PPM & PLP Dep Kes RI yang menyebutkan jumlah kuman maksimum pada alat makan 100 koloni/cm2 kecuali pada gelas 6,3 x 100. Saran bagi pihak pengelola restoran agar dalam proses pencucian alat makan dilakukan proses desinfeksi dengan air panas pada alat makan atau dengan sinar matahari pagi pada pukul 09.00-11.00. Untuk memperoleh hasil akhir alat makan yang sehat dan aman perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : scrapping, flusing, washing, rinsing, disinfection dan toweling. Pada proses toweling lap/kain yang digunakan sebaiknya lap yang bersih serta sering diganti untuk sejumlah penggunaan/ sekali pakai (single use), disetrika dan berwarna putih.

Daftar bacaan  : 10 (1985-2003)
Kata kunci       : Kualitas Mikrobiologis-Restoran
Klasifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar