Senin, 11 November 2013

SIKAP KERJA BERDIRI DENGAN KELELAHAN SUBYEKTIF OPERATOR KAMAR OPERASI DI RUMAH SAKIT

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politekenik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto Karya
Tulis Ilmiah, 04 Juli 2013

Abstrak
Slamet Riyanto (Smame 77@yahoo.co.id)
HUBUNGAN SIKAP KERJA BERDIRI  DENGAN KELELAHAN SUBYEKTIF OPERATOR KAMAR OPERASI DI RUMAH SAKIT ORTHOPAEDI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013 
xvi + 83 halaman, tabel, gambar, lampiran 

Kelelahan adalah suatu keadaan yang ditandai dengan timbulnya perasaan letih yang luar biasa sebagai penyebab terganggunya aktivitas, tidak bergairah, terasa berat dan mengantuk. Kegiatan operasi merupakan pekerjaan yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi, sarana meja operasi yang tidak sesuai dengan sikap kerja berdiri dapat menimbulkan keluhan-keluhan pada pekerja, karena terjadi penumpukan darah dan berbagai cairan tubuh pada kaki serta akan mudah mengalami kelelahan (fatigue) pada otot rangka (muscles).
Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis hubungan sikap kerja berdiri dengan kelelahan subyektif operator kamar operasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik ,dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer meliputi pengukuran kelelahan kerja, observasi, wawancara pada operator kamar operasi, pengukuran suhu, dan beban kerja. Sedangkan, data sekunder dalam penelitian ini yaitu data mengenai kondisi Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan pengukuran, Sampel dalam penelitian yaitu 12 orang operator kamar operasi, dan analisis data menggunakan uji statistic Rank spearman.
Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara sikap kerja berdiri dengan kelelahan subyektif pada 12 sampel operator kamar operasi Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto. Hasil uji statistik menunjukan bahwa nilai ρ lebih besar dari (0,05). Hasil pengukuran suhu sebesar 190 C-230 C, beban kerja sebanyak 11 orang mengalami kelelahan ringan dan 1 mengalami kelelahan ringan sekali. Sedangkan untuk pengukuran kelelahan bahwa 6 orang mengalami lelah ringan sekali, 4 orang lelah ringan dan 2 orang mengalami kelelahan sedang.
Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap kerja berdiri dengan kelelahan subyektif operator kamar operasi di Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto. Saran untuk pihak rumah sakit mengupayakan kursi yang bisa digunakan untuk posisi sikap kerja berdiri dan perawatan meja operasi dilakukan secara rutin agar dapat berfungsi (naik turun) dengan normal.

Daftar bacaan : 13 (2000 – 2011)
Kata kunci      : Sikap Kerja Berdiri, Kelelahan Subyektif
Klasifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar