Selasa, 12 November 2013

PREVALENSI KASUS INDIGENOUS DAN KASUS IMPORT MALARIA DI KECAMATAN SUMPIUH

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, 9 Juli 2013



Abstrak
Dessita Natali  ( desitaalgatrie@yahoo.co.id )
STUDI PREVALENSI KASUS INDIGENOUS DAN KASUS IMPORT MALARIA DI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013

Kasus indigenous adalah suatu penyakit yang ditemukan pada daerah tertentu, jika penyakit tersebut ditemukan di daerah tertentu. Setiap orang menularkan penyakitnya kepada orang lain lagi dan masih dalam wilayah yang terkena penyakit tersebut. Kasus import adalah suatu kasus malaria yang bukan berasal dari daerah tersebut tetapi berasal dari daerah yang diduga endemis malaria. Jumlah kasus indigenous dan kasus import malaria di wilayah Puskesmas Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh tahun 2012, jumlah kasus indigenous mencapai 60 kasus  ( 96,77% )  dan kasus import hanya 2 kasus  ( 3,23% ) . Prevalensi kasus indigenous mencapai 1,1 / 1000 penduduk dan kasus import mencapai 0,04 / 1000 penduduk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif secara observasional dengan metode cross sectionalbertujuan menggambarkan karakteristik umur, jenis kelamin dan pekerjaan yang dikelompokkan menjadi kasus indigenous dan kasus import pada penderita malaria di wilayah kerja Puskesmas Sumpiuh I dan Sumpiuh II di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Penggolongan kasus indigenous dan kasus import ini dilakukan dengan cara survey wawancara dengan jumlah 62 kasus.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan penderita malaria terbanyakberdasarkan umur yaitu pada golongan umur 15-53, jenis kelamin penderita terbanyak pada perempuan, pekerjaan penderita terbanyak pada petani. Jumlah kasus indigenous mencapai 60 kasus dan kasus import mencapai 2 kasus. Saran dalam penelitian ini adalah melakukan penyuluhan secara intensif kepada masyarakat, lebih mengaktifkan Juru Malaria Desa  ( JMD )  dan diaktifkannyaSistem Kewaspadaan Dini  (SKD ) terhadap orang pendatang atau migrasi.

Daftar Bacaan : 23  ( 1993 – 2013 )
Kata Kunci      : Kasus indegenous dan kasus import
Klasifikasi        : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar