Senin, 11 November 2013

KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR PERPIPAAN DI DESA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2013

Abstrak
Mulani Ria Santina (mriasantina@yahoo.com)
STUDI KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR PERPIPAAN DI DESA CANDINATA KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013
XV + 75 halaman gambar, tabel, lampiran

Penyediaan air bersih untuk masyarakat sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Salah satu penyediaan air bersih yaitu perpipaan. Sistem perpipaan di Desa Candinata tidak memenuhi syarat sehingga menyebabkan pencemaran mikrobiologi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis air perpipaan di Desa Candinata Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga.
Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskritptif  yang menggambaran tentang kualitas mikrobiologi air perpipan dan faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobiologi air perpipan. 
Hasil yang didapat yaitu jumlah MPN bakteri Coliform dalam air pada bak PMA adalah 240 MPN/100ml, 7 bak pembagi hasilnya secara berturut-turut 240 MPN/100ml, 460 MPN/100ml,>2400 MPN/100ml, 1100 MPN/100ml, 460 MPN/100ml, >2400 MPN/100ml,>2400 MPN/100ml, dan 7 kran konsumen hasilnya secara berturut-turut 240 MPN/100ml, >2400 MPN/100ml, >2400 MPN/100ml, 1100 MPN/100ml, 240 MPN/100ml, >2400 MPN/100ml, >2400 MPN/100ml. Faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobiologi air perpipan yaitu bak PMA terbuka, manhole pada bak pembagi tidak tertutup, kebocoran pipa,  hubungan silang (cross connection), tidak ada pengolahan air, perilaku masyarakat yaitu mengambil air dari sarana perpipaan secara langsung pada bak pembagi dan menggunakan air dengan cara membuka sambungan pipa.
Simpulan penelitian ini adalah jumlah MPN bakteri Coliform air perpipaan pada sumber (bak PMA), bak pembagi, dan kran konsumen seluruhnya tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan Permenkes No. 416/MENKES/Per/IX/1990 karena melebihi angka 10 MPN/100 ml dan 50 MPN/100 ml. Faktor yang mempengaruhi kualitas mikrobiologi air perpipan yaitu bak PMA terbuka, manhole pada bak pembagi tidak tertutup, kebocoran pipa,  hubungan silang (cross connection), tidak ada pengolahan air, perilaku masyarakat yaitu mengambil air dari sarana perpipaan secara langsung pada bak pembagi dan menggunakan air dengan cara membuka sambungan pipa. Peneliti menyarankan Masyarakat di Desa Candinata hendaknya menjaga sarana perpipaan seperti bak PMA, bak pembagi dan kran konsumen. Melakukan chlorinasi dan pengecekan fisik sarana serta perbaikan secara rutin pada jaringan perpipaan, menutup bak PMA, meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan kualitas mikrobiologik air perpipaan. 

Daftar Bacaan : 21 (1993-2012)
Kata Kunci     : Jaringan Perpipaan, Kualitas Mikrobiologis
Kualifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar