Selasa, 12 November 2013

KUALITAS BAKTERI Salmonella sp PADA TELUR ASIN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2013

Abstrak 
Wahyu Setianingrum
STUDI KUALITAS BAKTERI Salmonella sp PADA TELUR ASIN DI KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013.
 xvii + 8 halaman: gambar, tabel, lampiran

Telur merupakan produk unggas yang selalu dihubungkan dengan cemaran bakteri Salmonella. Telur Asin merupakan masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Makanan ini sering dikonsumsi oleh masyarakat karena rasanya enak, harganya terjangkau, dan juga mudah didapat karena telur asin banyak dibuat oleh home industry seperti di daerah Kecamatan Ayah. Pembuat telur asin biasanya tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa pada telur asin, hal ini dapat menimbulkan risiko bagi konsumen yang umumnya tidak mengetahui batas aman untuk mengkonsumsi telur asin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas bakteri Salmonella sp pada telur asin setelah 1 hari, 7 hari dan 14 hari, mendeskripsikan kondisi fisik telur dan hygiene sanitasi pengelolaan telur asin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar yang ada. Data kualitas bakteri Salmonella sp diperoleh dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium, data kondisi fisik telur dan hygiene sanitasi makanan diperoleh dengan observasi dan wawancara. 
Hasil pemeriksaan pada 5 sampel telur asin setelah 1 hari semua Negatif (tidak mengandung Salmonella sp). Hasil pemeriksaan pada 5 sampel telur asin setelah 7 hari, 4 sampel Negatif dan 1 sampel Positif (mengandung Salmonella sp). Hasil pemeriksaan 5 sampel telur asin setelah 14 hari semua Negatif. Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. HK 00.06.1.52.4001 Tanggal 28 Oktober 2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dalam Pangan. Batas maksimum Salmonella sp pada telur asin adalah Negatif/25g*, maka hasil pemeriksaan kualitatif pada telur asin dengan kode C2 tidak memenuhi standar maksimum cemaran mikroba.
Kesimpulan penelitian adalah kondisi fisik telur asin setelah 1 hari 100% Baik, setelah 7 hari 10% Baik 60% Cukup Baik 30% Tidak Baik, setelah 14 hari 100% Tidak Baik. Hygiene sanitasi pengelolaan telur asin di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen 1 termasuk dalam kategori Cukup Baik, 3 termasuk kategori Kurang Baik, dan 1 termasuk kategori Tidak Baik. Saran yang dapat diberikan yaitu melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada para penjamah mengenai aspek hygiene sanitasi pengelolaan makanan.

Daftar bacaan : 28 (1986 – 2013)
Kata kunci      : Telur asin – Bakteri Salmonella sp
Klasifikasi      : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar