Senin, 11 November 2013

HUBUNGAN ANGKA BEBAS JENTIK ( ABJ ) DENGAN INSIDEN DEMAM BERDARAH DANGUE ( DBD ) DI DAERAH ENDEMIS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah Purwokerto Juli 2013

Abstrak

Dinar Prisma Antari  ( dheenar_prisma@yahoo.co.id  )
STUDI HUBUNGAN ANGKA BEBAS JENTIK  (  ABJ  )  DENGAN INSIDEN DEMAM BERDARAH DANGUE  (  DBD  )  DI DAERAH ENDEMIS WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS 
XVII + halaman : tabel , gambar , lampiran

Penyakit berbasis lingkungan DBD setiap tahunnya selalu ditemukan kasus. Setiap masyarakat di desa endemis beresiko terkena penyakit karena dapat menimbulkan KLB seperti Kabupaten Banyumas. Nyamuk Aedes aegypti sebagai penularan penyakit,  yang menggigit dan membawa virus DBD sehingga pemantauan PJB di tempat perindukan dapat memutus mata rantai penularan penyakit dan menekan perkembangbiakan vektor yang tinggi. Data awal ABJ tahun 2011 ; 96,84 dengan Kasus 201 - tahun 2012 ; 95, 52 % dengan kasus 199. Kegiatan pencegahan Penularan DBD dengan PSN dapat diukur dengan PJB dengan indikator Angka Bebas Jentik, semakin meningkatnya ABJ  (  > 95 %  ) diharapkan penularan DBD  dapat dicegah atau menurunkan angka kasus DBD.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan  antara  (  ABJ  ) dengan insiden penyakit DBD di Kabupaten Banyumas tahun 2008 – 2012. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif pendekatan dokumentatif.
Hasil penelitian dari 30 desa endemis 2008 - 2012 menunjukkan ABJ yang memenuhi syarat 21 desa  ( 70 % )  dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 9 desa  ( 30 % ) . ABJ tinggi pada tahun 2010 , 2009 , 2011, 2008, 2012, kasus DBD mengalami penurunan lima tahun terakhir , dan sebanyak 11 desa tertinggi , IR menurun sedangkan kecendrungan CFR tetap antara 1,31 – 2,01, analisis hasil statistika korelasi Spearman's pada 2008 hasil sig < 0.001 Ho ditolak , pada 2009 – 2012 Serta rata – rata 5 tahun hasil sig > 0,05  ( Ho diterima, Ha ditolak) .
Kesimpulan penelitian ini adalah 2008 hasil sig < 0.001 ada hubungan ABJ dengan insiden DBD di daerah endemis di wilayah Kabupaten Banyumas , 2009 – 2012 Serta rata – rata 5 tahun hasil sig > 0,05 tidak ada hubungan ABJ dengan insiden DBD di daerah endemis di wilayah Kabupaten Banyumas. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah meningkatkan peran serta kader kesehatan dan masyarakat dalam mengaktifkan terutama dalam pergerakan PSN - PJB dalam penurunan kasus DBD didesa endemis di Kabupaten Banyumas .

Daftar bacaan : 1992 – 2013
Kata kunci      : Angka bebas jentik , Aedes aegypti , insiden DBD
Klasifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar