Senin, 11 November 2013

EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle Linn) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI UNTUK MEMATIKAN LARVA Aedes aegypti

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013

Abstrak 

Farida Larasati (farida_larasati@yahoo.co.id)
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle Linn) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI UNTUK MEMATIKAN LARVA Aedes aegypti 
XVI + 52 halaman: gambar, tabel, lampiran 

Penyakit Demam Berdarah Dengue salah satu penyakit endemis yang dapat menimbulkan wabah. Salah satu upaya yang penting adalah memutus rantai penularan, yaitu dengan penggunaan insektisida. Pengendalian vektor DBD umumnya menggunakan insektisida kimia yang berdampak negatif  terhadap lingkungan. Daun sirih merupakan insektisida alami karena mengandung minyak atsiri yang mengandung senyawa kavinol, karvanol, alkoloid, flavonoid, saporin, tanin dan eugeneol yang dapat digunakan untuk membunuh larva Aedes aegypti.
Tujuan penelitian ini adalah menghitung kematian larva Aedes aegypti pada dosis 0,1 gr/liter, 0,4 gr/liter dan 0,8 gr/liter ekstrak daun sirih (Piper Betle Linn), mengetahui dosis yang paling efektif untuk mematikan larva Aedes aegypti, dan mendeskripsikan perbedaan kematian larva Aedes aegypti pada penggunaan berbagai dosis ekstrak daun sirih.
Metode dalam penelitian ini adalah pre exsperiment dengan rancangan static group comparation untuk menghitung kematian larva Aedes aegypti pada dosis 0,1 gr/liter, 0,4 gr/liter, 0,8 gr/liter ekstrak daun sirih. Dosis tersebut dimasukkan ke dalam enamel berukuran 300 ml yang masing-masing berisi 25 ekor larva Aedes aegypti, diamati selama 24 jam. Penelitian dilakukan dalam tiga kali replikasi, dan data dianalisis menggunakan analisis Anova (Analysis of Variance).
Hasil penelitian ekstrak daun sirih (Piper Betle Linn) mempunyai signifikansi 0,001 (< 0,05) yang berarti ada perbedaan berbagai dosis ekstrak daun sirih dengan kematian larva Aedes aegypti, untuk dosis 0,1 gr/liter adalah 0%, 0,4 gr/liter adalah 22,6%, 0,8 gr/liter adalah 36% dengan kematian larva Aedes aegypti pada dosis 0,1 gr/liter sebanyak 0 ekor, 0,4 gr/liter sebanyak 17 ekor, 0,8 gr/liter sebanyak 27 ekor.
Kesimpulan bahwa berbagai dosis ekstrak daun sirih belum efektif karena belum mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti sebesar 100% selama 24 jam. Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan pengamatan lebih dari 24 jam dan menggunakan dosis ekstrak daun sirih yang lebih tinggi.  

Daftar bacaan : 17 (2003-2012)
Kata kunci      : larva Aedes aegypti, ekstrak daun sirih 
Klasifikasi       : - 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar