Selasa, 12 November 2013

SARANA PEMBUANGAN TINJA PADA PENDERITA DIARE

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah,  Juni 2012 

Abstrak 
Nur Mahya Asriana (enurmahya@gmail.com)
STUDI SARANA PEMBUANGAN TINJA PADA PENDERITA DIARE DI KELURAHAN ARCAWINANGUN KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013
xv + 62 halaman: gambar, tabel, lampiran

Penyediaan sarana pembuangan kotoran manusia atau tinja (kakus/jamban) adalah bagian dari usaha sanitasi yang cukup penting peranannya, khususnya dalam usaha pencegahan penularan penyakit saluran pencernaan, dan diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan dengan faktor lingkungan yang paling dominan yaitu sarana penyediaan air bersih dan pembuangan tinja.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sarana pembuangan tinja penderita diare di KelurahanArcawinangun, KecamatanPurwokertoTimur, KabupatenBanyumasTahun 2013.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran kondisi sarana pembuangan tinja pada penderita diare. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan observasi menggunakan alat pengumpul data berupa checklist, kuesioner dan dokumen. Analisis data secara deskriptif yaitu membandingkan data yang tertera dalam tabel distribusi frekuensi dengan ketentuan yang tertera dalam persyaratan sarana pembuangan tinja.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis sarana pembuangan tinja yang digunakan oleh penderita diare adalah Bukan Septik Tank Bukan Leher Angsa 50%, Septik Tank Leher Angsa 30%, Bukan Septik Tank Leher Angsa 20%sementaratidakditemukanjenisSeptik Tank BukanLeherAngsa. Sedangkan pemenuhan persyaratan sarana pembuangan tinja penderita diare, tidak mencemari permukaan tanah 100%, tidak mencemari air tanah 100%, tidak mencemari air permukaan 30%, sedangkan yang mencemari air permukaan 70%, tidak mudah terjangkau oleh lalat 90%, sedangkan yang mudah terjangkau lalat 10%, tidak ada kontak dengan tinja segar 100%, estetis 30% sedangkan tidak estetis 70%, sederhana dalam penggunaan dan perawatan 50%, sedangkan yang sulit dalam penggunaan perawatan 50%.  Melihat hasil tersebut penulis menyarankan perlu adanya upaya perbaikan terhadap sarana pembuangan tinja serta menyediakan tempat penampungan tinja berupa septick tank untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Daftar bacaan  :  18 (1986-2012)
Kata Kunci      : Sarana Pembuangan Tinja, Penderita Diare
Klasifikasi        : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar