Senin, 11 November 2013

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2013

Abstrak 
Dian Endia Warni ( endiadian@yahoo.co.id)
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOALAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2013
xvi + 76 halaman : gambar, Tabel, Lampiran

RSUD Gunung Jati Kota Cirebon yang beroperasi sejak tahun 1921 dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 305 buah dengan Nilai BOR (Bed Occupancy Ratio) atau angka penggunaan tempat tidur mencapai 66,69% yang termasuk ideal. Pengolahan air limbah pada IPAL ditemukan beberapa parameter yang masih melebihi nilai baku mutu air limbah rumah sakit. Sehingga ingin diketahui bagaimana kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Debit air limbah yang dihasilkan dari hasil kegiatan setiao harinya rata-rata 126,3 m3/hari.
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan air limbah (IPAL) di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah penelitian obsevasional dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan, wawancara terhadap pihak pengelola IPAL, dan perhitungan kinerja IPAL. 
Hasil penelitian menunjukan bahwa unit-unit pengolahan air limbah adalah pemisah lemak/minyak (fat/grease separator), bak kontrol, bak handget, bak communitor, bak summersible, bak aerasi, bak klorinasi, bak flokulasi, serta kolam indikator. Debit air limbah yang diolah adalah 126,3 m
/hari. Kualitas effluent pada air limbah seperti pH, suhu, BOD, COD, TSS sudah memenuhi syarat baku mutu air limbah rumah sakit menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep.58/MENLH/12/1995, kecuali PO 43 2,90 mg/lt dan NH 0,18 mg/lt yang masih belum memenuhi syarat. Permasalahan yang terdapat pada IPAL yaitu kurangnya petugas pengoperasian terutama untuk malam hari, brlum terdapatnya bak pengolahan pendahuluan (Pre treatmen) pada ruangan Loundry, OK (Kamar Operasi), laboratorium, bak communitor yang tidak berfungsi, kurangnya dana untuk pengoperasian IPAL, dan belum optimalnya pengoperasian IPAL yang baru dioperasiakan hanya selama 12 jam/hari. Perhitungan kinerja IPAL yaitu dengan hasil Efisiensi penurunan BOD
65,52%, efisiensi penurunan SS 72,83%, F/M Ratio 0,01094 kg BOD/kg, kebutuhan Oksigen 82,36 m3/m3, dan SVI 30 ml/g. 
Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan bahwa Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada RSUD Gunung Jati Kota Cirebon belum memuaskan/kurang baik. Saran untuk penelitian ini yaitu menambahkan petugas pengoperasian IPAL dan melakukan pengoperasian selama 24 jam/hari. 

Daftar bacaan : 17 ( 1995-2012)
Kata Kunci     : Limbah, IPAL, Rumah Sakit
Klasifikasi       : -  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar