Senin, 11 November 2013

ENIS BAHAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR (TPA) TERHADAP KEPADATAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
KaryaTulis Ilmiah, Juni 2013

Abstrak

Marliana Purwandari (arlina_purwandari@yahoo.com )
KOMPARASI JENIS BAHAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR (TPA) TERHADAP KEPADATAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti DI DESA SOMAKATON KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013
 Xv + 52 halaman : gambar, tabel, lampiran 

Kabupaten Banyumas merupakan daerah endemis terjangkit penyakit DBD. Di Desa Somakaton terjadi angka kesakitan penyakit DBD sampaibulan Desember 2012 sebanyak 4 kasus. DBD disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Salah satu factor fisik yang mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti adalah tempat penampungan air yang dipengaruhi oleh jenis container, bahan container, letak container, warna container, jumlah air dan ukuran container serta factor lingkungan yaitu suhu dan kelembaban.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada perbedaan kepadatan jentik nyamuk pada jenis bahan tempat penampungan air yang terbuat dari tanah liat yaitu kendil, plastik yaitu ember plastic, karet yaitu ban bekas, seng yaitu kaleng bekas dan semen yaitu bak mandi/wc di Desa Somakaton.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen. Pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung (observasi) di tempat penelitian dan dari pengukuran jumlah jentik nyamuk yang terdapat pada jenis bahan tempat penampungan air yang dipasang. Data disajikan dalam bentuk table yang kemudian diolah dalam work sheet SPSS versi 16.0 dan dianalisis dengan uji Kruskall Wallis Uji beda ≥ 3 sampel yaitu untuk menguji ada tidaknya perbedaan kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypi terhadap jenis bahan tempat penampungan air.
Hasil perhitungan data dalam work sheet SPSS versi 16.0 dengan uji Kruskall Wallis Uji beda ≥ 3 sampel didapat hasil nilai p-value sebesar 0,094 < nilai kritik 0,05, karena itu hipotesis Ho diterima, dan Ha di tolak yaitu tidak ada beda kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti pada jenis bahan tempat penampungan air yang dipasang.
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada beda kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti pada jenis bahan tempat penampungan air di Desa Somakaton
Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Saran yang diberikan untuk penelitilain agar melanjutkan penelitian mengenai hubungan lama paparan sinar matahari terhadap kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti.

Daftar bacaan : 17 (2004  2012)
Kata Kunci     : Perbandingan Jenis Bahan Tempat Penampungan Air Terhadap  Kepadatan Jentik Nyamuk  
                         Aedes aegypti 
Klasifikasi       : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar