Senin, 01 Februari 2016

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto   
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2006 

Abstrak 
Dwi Erniati 
Studi Komparasi Protozoa dalam IPAL di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto dan Pt. indesso aroma baturraden tahun 2006 
xii + 72 : tabel + halaman + lampiran  

IPAL pada rumah sakit dan industri merupakan sarana penting untuk mencegah terjadinya pencemaran. Pengolahan lumpur aktif merupakan upaya efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas effluent. Salah satu indikator pada lumpur aktif adalah jenis protozoa dalam bak aerasi. 
Metode yang digunakan adalah observasional. Pengumpulan data dengan cara pemeriksaan, pengukuran, pengamatan dan pengambilan data sekunder. Pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Data dalam penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data yang digunakan adalah Uji U-Mann Whitney. 
Hasil penelitian adalah protozoa yang ditemukan pada IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto ditemukan Opercularia coarctata, Vorticella convallaria, Euplotes affinis dan Amoeba, Rotifera dan Algae dengan demikian IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto masuk kategori pembebanan normal (Normal Loaded Plants). Protozoa yang ditemukan pada IPAL PT. Indesso Aroma Baturraden adalah Vorticella spp, Rotifera dengan demikian IPAL PT. Indesso Aroma Baturraden masuk kategori pembebanan ringan (Under Loaded Plants). Hasil Uji U Mann-Whitney pada penelitian ini, nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,003 dengan demikian Ho ditolak yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kandungan protozoa di IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan PT. Indesso Aroma Baturraden. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa IPAL RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo berada dalam pembebanan kerja normal (Normal Loaded Plants), sedangkan IPAL PT. Indesso Aroma Baturraden berada dalam pembebanan kerja ringan (Under Loaded Plants). Saran yang dapat penulis berikan antara lain memantau suhu, pH, kandungan nutrisi, toksisitas dan sinar matahari minimal satu minggu, mengetahui umur lumpur agar tidak terjadi “ Bulking Sludge”. Melakukan evaluasi terhadap kemampuan pengendapan lumpur dan efisiensi pengolahan secara rutin minimal setiap 1 bulan sekali serta memantau keadaan dan kerja blower secara berkala minimal setiap 6 bulan sekali serta mengatur lama kerja aerator. 

Daftar bacaan : 28 (1931-2006) 
Kata kunci      : IPAL, protozoa, pembebanan kerja IPAL. 
Klasifikasi      :
Full text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar