Selasa, 02 Februari 2016

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Puwokerto 
Karya Tulis Ilmuah, Juni 2008 


Abstrak  
Dwi Astuti 
STUDI DAYA BUNUH EKSTRAK KULIT BIJI JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes albopictus DI LABORATORIUM LOKA LITBANG P2B2 CIAMIS TAHUN 2008 
xix  + 42 halaman, tabel, gambar, lampiran.  

Nyamuk Aedes albopictus merupakan vektor penularan penyakit Chikungunya. Pencegahannya dapat dilakukan dengan pengendalian vektor, baik pada nyamuk dewasa maupun larva. Cara yang banyak diteliti dan mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan adalah penggunaan insektisida hayati karena sifatnya mudah terurai sehingga kurang berdampak negatif terhadap lingkungan (Nunik, dkk., dalam Endah Sugesti, 1996, h. 4). Ekstrak kulit biji jambu mete (Anacardium occidentale Linn) dipilih untuk uji larvasida karena telah diketahui memiliki daya larvasida terhadap serangga, banyak tumbuh di Indonesia dan mudah diperoleh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kematian larva, LC serta perbedaan kematian larva. Subyek penelitian ini adalah larva Aedes albopictus instar IV yang sudah cukup besar dan mudah dibedakan secara makroskopis. Larva diuji dengan konsentrasi 1,00 ppm, 0,32 ppm, 0,10 ppm, 0,03 ppm dan 0,01 ppm pada suhu udara 29 0C, kelembaban antara 67 % s/d 68 %, suhu air 27 0C dan pH 8. Data diolah dengan analisis Probit dan uji Anova. Jenis penelitiannya adalah Pra Eksperimen dengan desain The Static Group Comparison. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit biji jambu mete mempunyai efek larvasida terhadap larva Aedes albopictus dengan batas kepercayaan 95 % diperoleh LC 50 sebesar 0,405308 ppm dan LC sebesar 0,730335 ppm. Prosentase kematian larva Aedes albopictus dari ketiga replikasi pada konsentrasi 1,00 ppm = 98%, konsentrasi 0,32 ppm =44%, konsentrasi 0,10 ppm = 16%, konsentrasi 0,03 ppm = 16% dan konsentrasi 0,01 ppm = 0%. Hasil uji Anova antar perlakuan (sig.= 0,000) kurang dari nilai α (0,05), artinya ada beda yang bermakna antara berbagai konsentrasi terhadap kematian Aedes albopictus. Uji lanjut dari Anova (LSD) menunjukkan bahwa konsentrasi 1,00 ppm mempunyai beda yang bermakna dengan konsentrasi lain (konsentrasi 0,32 ppm, 0,10 ppm, 0,03 ppm dan 0,01 ppm).  

Daftar bacaan :  16 (1983 s/d 2006) 
Kata kunci      :  Daya bunuh, Konsentrasi, Kematian Larva Aedes albopictus. 
Klisifikasi       :  -  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar