Selasa, 02 Februari 2016

 Departemen Kesehatan Republik Indonesia  
Politeknik Kesehatan Depkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan  
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan 
     Karya Tulis Ilmiah, 25 Juni 2008  


Abstrak
Muflihatun Ana Rosida  
KAJIAN SIKAP KERJA DAN ANTHROPOMETRI PADA PERAJIN BULU MATA PALSU DI DESA GUMELEM KULON KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2008 
xiv + 41 halaman : tabel, lampiran.  

Penerapan ergonomi yang mencakup sikap kerja dan anthropometri pekerja sebagai upaya perwujudan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja perlu dilaksanakan, melalui penyelarasan pekerja dengan lingkungan kerjanya. Sarana kerja yang kurang sesuai dengan anthropometri pekerja dapat menyebabkan penurunan efisiensi kerja, sikap paksa, keluhan sakit .  
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan menggambarkan sikap kerja dan anthropometri perajin bulu mata palsu di Desa Gumelem Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Subyek penelitian perajin dan sarana kerja. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis data yaitu membandingkan hasil survei dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja perajin tidak ergonomis, karena tempat duduk yang digunakan tidak terdapat sandaran punggung dan tangan. Anthropometri perajin adalah  tinggi lutut 48,6 cm, lipat lutut punggung 42,1 cm, tinggi duduk 136,2 cm, panjang lengan bawah lengan 40,7 cm. Lipat lutut telapak kaki 38,3 cm. Tempat duduk perajin tidak ergonomis karena tingginya (51 cm) lebih tinggi dari jarak lipat lutut telapak kaki (43 cm). Panjang alas duduk (20 cm) lebih pendek dari lipat lutut punggung (46 cm), sesuai kriteria. Meja kerja perajin sudah ergonomis yaitu permukaan rata dan tidak menyilaukan, tingginya 70 cm (diusulkan 68–71 cm), lebarnya 60 cm tidak melebihi jangkauan tangan (   80 cm). Terdapat keluhan sakit pada perajin yang meliputi keluhan sakit  pada bahu, leher, punggung, pinggang, lutut dan kaki, tangan, pantat. Jenis keluhan yang paling dominan pada perajin adalah sakit leher dan punggung. Pengusaha perajin bulu mata palsu disarankan untuk menyiapkan sarana kerja khususnya tempat duduk yang lebih ergonomis. Perajin perlu merubah sikap duduk untuk mengurangi keluhan sakit pada anggota tubuh.. Tempat duduk yang penulis sarankan, tinggi tempat duduk 40 cm, lebih pendek dari lipat lutut telapak kaki perajin tertinggi (43 cm). Panjang alas duduk 40 cm lebih pendek dari lipat lutut punggung 46 cm. Lebar tempat duduk diusulkan 41 cm. Sandaran punggung setinggi 35 cm. 

Daftar bacaan : 9 (1996-2007) 
Kata kunci      : Sikap kerja, anthropometri, perajin bulu mata palsu. 
Klasifikasi      : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar