Selasa, 02 Februari 2016

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Depkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2009 


Abstrak 
Ayu Junifar Tri Rasati Nur Anugraheni Rahayu 
STUDI JUMLAH KAPANG PADA TEPUNG TERIGU YANG TERSEDIA DI WARUNG YANG BERADA DI PASAR KARANGANYAR KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2009 
xiv + 40 halaman: gambar, tabel, lampiran

Tepung  terigu salah  satu  bahan  makanan  yang  sering  dipakai  dalam pembuatan  makanan  oleh masyarakat  Indonesia.  Tepung  terigu  dapat terkontaminasi oleh kapang dan sering kali beredar luas di pasaran dan diperjual belikan. Tepung yang terkontaminasi  oleh kapang bila dikonsumsi  secara terus menerus akan berpotensi menimbulkan karsinogen (kanker) dan mutagen (mutasi gen). Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui  sanitasi  warung yang menjual  tepung  terigu  yang lokasinya  berdekatan  dengan  los  sayuran,  cara penyimpanan tepung terigu, tingkat  pengetahuan pedagang tentang kapang dan jumlah kapang pada tepung terigu yang dijual di warung pasar karanganyar. Jenis  penelitian  menggunakan  penelitian  deskriptif,  pengumpulan  data menggunakan  check  list  dan  kuesioner  yaitu  dengan  melakukan  observasi, wawancara dan pemeriksaan secara laboratorium.
Hasil  penelitan  menunjukan  bahwa  untuk sanitasi  warung  yang  ada di pasar karanganyar sudah memenuhi syarat dengan hasil 66,66 % dengan kriteria cukup,  cara  penyimpanan  tepung  terigu dari  3  warung  yang  telah  diteliti  di peroleh  hasil  81,81  % dengan  kriteria  baik.  Tingkat pengetahuan  pedagang tentang kapang di warung pasar  karanganyar,  diperoleh hasil  rata-rata 74,06 % dengan kriteria cukup, dan jumlah kapang pada tepung terigu diperoleh hasil ratarata sebesar 27,83 x 10¹ koloni/gram yang berarti  jumlah kapang masih berada dibawah  ambang  maksimum  (10 koloni/gram)  dan  masih  aman  untuk dikonsumsi. Kondisi  sanitasi  warung  cukup  memenuhi syarat,  cara  penyimpanan tepung  terigu  memenuhi  syarat  (baik)  dan  pedagang  cukup mempunyai pengetahuan tentang kapang. Jumlah kapang setelah diteliti masih berada dibawah batas maksimum.  Upaya  yang  dapat  dilakukan  antara  lain  adalah  perbaikan sanitasi  warung,  untuk pedagang  sebaiknya  lebih  memperhatikan  cara penyimpanan  bahan,  serta  pemberian informasi (penyuluhan)  dan pemeriksaan tentang cemaran mikroba (kapang) dalam bahan pangan.

Daftar bacaan : 16 (1988 - 2008) 
Kata kunci      : Studi Jumlah Kapang pada Tepung Terigu, Pasar Karanganyar 
Klasifikasi      :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar