Selasa, 02 Februari 2016

STUDI KOMPARASI KOMPOS ENCENG GONDOK BERSTIMULATOR EM DAN KOTORAN SAPI DI DESA KESUGIHAN KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2008

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2008  

ABSTRAK  
Eko Nur Hidayat 
STUDI KOMPARASI KOMPOS ENCENG GONDOK BERSTIMULATOR EM  DAN KOTORAN SAPI DI DESA KESUGIHAN KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP TAHUN 2008 xiii + 51 halaman : gambar, tabel, lampiran  

Pembuatan kompos terkendala akan lamanya proses dekomposisi. Sekarang ini sudah banyak dijumpai bahan yang bisa mempercepat proses dekomposisi bahan organik, salah satunya EM. Selain EM, proses pengomposan dapat dipercepat dengan menambahkan Nitrogen yang terkandung dalam kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara lamanya waktu pengomposan enceng gondok dengan stimulator EM dan stimulator kotoran sapi di Desa Kesugihan Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap tahun 2008. 
Penelitian yang dilakukan menurut prosedurnya yaitu pra eksperiment dengan pendekatan desain The Static Group Comparation. Pengumpulan data primer diperoleh dari hasil observasi dan pengukuran terhadap obyek di lokasi penelitian di lapangan dan data sekunder didapat dari hasil penelitian serta Kantor Kepala Desa Kesugihan  
Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembuatan kompos dengan stimulator EM, suhu stabil dicapi dalam waktu 30 hari sedangkan untuk kompos berstimulator kotoran sapi, suhu stabil mendekati suhu lingkungan dicapai dalam waktu 33 hari. Analisis statistik menggunakan uji t 2n independent dengan α = 5 % dan df = 4, diperoleh t tabel sebesar – 2,78. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai t hitung sebesar 9,02 sehingga dengan demikian t hitung > t tabel. Maka Ha diterima dan dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan lamanya waktu pengomposaan antara kompos enceng gondok berstimulator EM dan kotoran sapi. Stimulator yang paling baik untuk mempercepat proses pengomposan adalah stimulator EM. Penulis menyarankan kepada penduduk sekitar rawa untuk memanfaatkan enceng gondok untuk dijadikan kompos dan menggunakan EM sebagai bahan stimulatornya untuk mempercepat proses pengomposan. 

Daftar bacaan : 11 (1985 - 2008) 
Kata kunci      : Kompos 
Klasifikasi      :     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar