Selasa, 02 September 2014

Studi Metode Pembuangan Tinja pada Penderita Diare



Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Progam Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014

Abstrak
Indah Nurul Hidayati(nurindah_cancer@yahoo.com)
Studi Metode Pembuangan Tinja pada Penderita Diare di Desa Gondowangi Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Tahun 2014
Viii +   Halaman : tabel, gambar, lampiran

Gangguan terhadap kesehatan lingkungan dan penularan penyakit seperti penyakit saluran pencernaan, penyakit diare, dan lain-lain, tinja perlu ditangani secara saniter. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan membuang tinja pada masyarakat adalah faktor teknis dan non teknis. Faktor non teknis yang meliputi : kebiasaan, agama, kepercayaan, tingkat ekonomi, partisipasi masyarakat atau keluarga, dan tingkat pendidikan serta pengetahuan. Sedangkan faktor teknis yang meliputi : penentuan type pembuangan tinja, luas lahan, penentuan lokasi, dan peletakan jamban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembuangan tinja pada penderita diare di Desa Gondowangi Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan hanya untuk mengetahui gambaran kejadian penyakit diare dan mengetahui teknik pembuangan tinja yang digunakan. Cara pengumpulan datanya yaitu wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner dan checklist. Subyek dalam penelitian ini adalah semua sarana pembuangan tinja yang ada di Desa Gondowangi.
Hasil dari kunjungan pada sarana pembuangan tinja yang ada di Desa Gondowangi 87,8% masyarakatnya  sudah menggunakan jamban leher angsa dan 12,2% menggunakan sarana pembuangan tinja di sungai. Masyarakat di Desa Gondowangi melakukan pembuangan akhir tinja di septictank sejumlah 25,7%, kolam pembuangan sejumlah 13,5%, dan sungai sejumlah 60,8%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondowangi berasal dari mata air Mudal. Air bersih dari mata air ini sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Pengetahuan responden tentang diare di Desa Gondowangi sebagian besar adalah baik. Masyarakatnya juga sudah terbiasa mencuci tangan. Penulis menyarankan agar seluruh masyarakat membuat septictank, jika masyarakat membuang tinjanya di sungai akan membuat air bersih menjadi tercemar.
 
Daftar Bacaan  : 14 (1857-2014)
Kata kunci        : pembuangan, metode pembuangan tinja, diare, deskriptif
Full text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar