Senin, 22 September 2014

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, 27 Juni 2014

Abstrak
Sri Rizqi (sririzqi16@yahoo.co.id)
STUDI KADAR TIMBAL PADA MAKANAN JAJANAN DAN KONDISI SANITASI PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN H.R. BUNYAMIN PURWOKERTO UTARA TAHUN 2014
XVI + 66 halaman : gambar, tabel, lampiran 

Pb merupakan salah satu zat pencemar udara yang berasal dari sisa pembakaran kendaraan bermotor. Jumlah Pb yang ada di udara dapat mempengaruhi lingkungan di sekitarnya antara lain makanan jajanan yang dijual di pinggir jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal (Pb) pada makanan jajanan, kondisi sanitasi pada pedagang kaki lima serta kepadatan kendaraan di Jalan H.R. Bunyamin Purwokerto Utara tahun 2014. 
Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran kadar timbal (Pb) pada makanan jajanan, kondisi sanitasi pada pedagang kaki lima serta kepadatan kendaraan di Jalan H.R. Bunyamin Purwokerto Utara tahun 2014. 
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu onde-onde sebelum paparan 37 x 10-6 ppm dan sesudah paparan 45 x 10-6 ppm, bakwan sebelum paparan 53 x 10 ppm dan sesudah paparan 75 x 10-6 ppm, kue sus sebelum paparan 52 x 10 ppm dan sesudah paparan 67 x 10-6 ppm dengan pemaparan selama 6.5 jam diperoleh hasil masih dibawah nilai ambang batas SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat pada pangan yaitu 0.25 ppm. Kondisi sanitasi tempat penjualan makanan jajanan dikategorikan baik dengan nilai 92.3% dan 84.6%. Sedangkan untuk Kepadatan kendaraan di sekitar tempat tersebut yaitu arus stabil untuk sepeda motor dan arus bebas untuk mobil. 
Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah telah terjadi peningkatan kadar timbal (Pb) pada makanan jajanan pedagang kaki lima di Jalan H.R. Bunyamin Purwokerto Utara tetapi masih dibawah nilai ambang batas dan masih aman dikonsumsi oleh pembeli. Penjual lebih memperhatikan terhadap makanan jajanan yang tersaji ketika dalam posisi wadah yang terbuka dan segera menutup kembali ketika pembeli sudah tidak memilih makanan jajanan lagi, pemberian masukan pada distributor melalui penjual untuk membungkus/ mengemas makanan jajanan yang dijual serta penyediaan etalase pada tempat penyediaan makanan. 

Daftar bacaan  : 21 (1992-2014)
Kata kunci       : Timbal, Makanan jajanan, dipinggir jalan
Klasifikasi       :
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar