Selasa, 02 September 2014

STUDI KANDUNGANBAKTERI Salmonella sp DlRUMAH PEMOTONGAN HEWAN

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKES KEMENKES SEMARANG
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO 
                                                                    PROGAM DIPLOMA III KESEHATAN LINGKUNGAN
                                                                                                     KARYA TULIS ILMIAH, JUNI 2014

ABSTRAK
HENI HEMIYATI  ( Donol.heni@gmail.com )
STUDI KANDUNGANBAKTERI Salmonella sp DlRUMAH  PEMOTONGAN HEWAN Dl KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014 
xvi+ 110 halaman: gambar, label, lampiran

Daging merupakan salah satu bahan makanan yang bernilai gizi tinggi,sehingga sangat baik untuk pertumbuhan manusia maupun perkembangbiakan kuman yang mengakibatkan daging mudah rusak dan busuk. Daging sapi juga adalah pembawa alami bakteri Salmonella. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi lingkungan dirumah pemotongan hewan, mengetahui cara pengangkutan hewan, pemrosesan daging dan cara pemotongan daging yang memenuhi syarat serta mengetahui keberadaan bakteri Salmonella pada daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. yang menggambarkan tenaga penjamah, peralatan kerja, kondisisanitasi RPH, pengangkutan hewan, pemotongan hewan, pemrosesan daging, pengangku tandaging dan mengetahui ada tidaknya Salmonella spp ada daging sapi dan daging kambing. Cara pengumpulan dengan wawancara pengelola RPH, observasi menggunakan checklist, dan pemeriksaan daging di laboratorium sebagai data pendukung.
Hasil penelitian ini kondisi sanitasi peralatan pemotongan hewan yang berpengaruh terhadap daging yang mengandung Salmonella yaitu pisau, talenan, pengerek daging, tempat cuci tangan, tempat cuci daging, pembungkus daging. Perilaku tenaga penjamah yang berpengaruh terhadap Salmonella yaitu menutupmulut  ( 100% ) , berbicara pada saat bekerja  ( 100% ) , mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja  ( 22,2% ) , memakai sarung tangan   ( 100% ) . Personal hygiene kuku pendek dan tidak dicat  ( 33,3% ) , menggunakan sepatu boot  ( 33,3% ) , tidak memakai perhiasaan  ( 44,4% ) , menggunakan celmek  ( 100% ) .
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penjamah masih banyak yang tidak menggunakan celmek  ( 100% )  , sarung tangan  ( 100% ) , berbicara pada saat bekerja  ( 100% ) , tidak menggunakan sepatu boot  ( 33,3% )  yang menjadi salah satu factor kontaminasi silang. Tingkat personal hygiene penjamah sudah baik namun masih harus ditingkatkan kembali. Saran  untuk Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas diharapkan untuk memberikan penyuluhan kesehatan dan pengecekan kesehatan setiap 6 bulan sekali untuk para penjamah di rumah pemotongan hewan dan untuk masyarakat diharapkan pada saat pemasakan daging harus sampai matang yaitu dengan suhu 60°C selama 30 detik.

DaftarBaca   : 28  ( 1988-2014 )
Kata Kunci   : Salmonella - daging - RPH
Klasifikasi    : -
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar