Selasa, 02 September 2014

STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG RADIOLOGI DAN RUANG ICU RSUD BANYUMAS

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2014

ABSTRAK
Latifatul Khusna (Latifatul.chusnaelnacfa@yahoo.com )
STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG RADIOLOGI DAN RUANG ICU RSUD BANYUMAS TAHUN 2014 
xv+81 halaman : gambar, tabel, lampiran

Kualitas udara rumah sakit yang tidak baik dapat menyebabkan infeksi nosokomial, Laporan data RSUD Banyumas, angka kejadian infeksi nosokomial tahun 2005 di rumah sakit ini sebesar 7,95 %, data RSUD Banyumas bahwa kejadian infeksi nosokomial pada trimester III tahun 2009 sebar 4,4%. Infeksi nosokomial yang paling sering adalah infeksi pneumonia. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah angka kuman udara pada ruang Radiologi dan Ruang ICU RSUD Banyumas.
Jenis penelitian observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jenis variabel yang digunakan, yaitu Variabel bebas adalah variabel yang berpengaruh atau menyebabkan berubahnya terikat dan merupakan variabel berpengaruh yang diutamakan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis sanitasi ruang radiologi dan ICU RSUD banyumas, Variabel terikat adalah variabel yang diduga nilainya akan berubah karena adanya pengaruh dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah angka kuman, Variabel pengganggu adalah variabel yang mempunyai variabel terikat namun tidak diteliti sejauh mana pengaruh tersebut. Variabel pengganggu ini adalah suhu, pencahayaan, kelembaban, debu. analisis data menggunakan Uji U Mann Whitney (U). Kondisi ruang Radiologi termasuk kategori baik, dengan jumlah skor yang sama dengan ruang icu (91,4%), Rata-rata angka kuman udara ruang radiologi 270.7 CFU/m3, ruang ICU 186.7 CFU/m3
masih dibawah persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit (200 CFU/m). Rata-rata kelembaban ruang Radiologi (47%), ruang ICU (47,5%). Rata-rata pencahayaan ruang radiologi 68,22 lux  dan ruang ICU 56,24 lux. Hasil Uji U Mann Whitney (U) diketahui ada perbedaan yang bermakna antara jumlah angka kuman udara ruang radiologi dan ruang ICU karena nilai signifikan (2 tailed) lebih kecil dari  (0,05), yaitu 0,047, maka Ho ditolak.
Kesimpulan angka kuman udara ruang radiologi dan ICU belum memenuhi syarat. Kondisi sanitasi ruang Radiologi termasuk dalam kategori baik dengan jumlah skor 91,4 % dan ruang ICU termasuk dalam katagori baik jumlah skor 97,1 %. peneliti menyarankan perlu adanya pengaturan AC, untuk peneliti lain dapat menambah jumlah variabel yang digunakan, seperti perilaku pasien, penunggu pasien dan cuaca pada saat pengambilan sampel.

Daftar bacaan  : 20 (1998-2012)
Kata kunci       : Ruang Radiologi dan Ruang ICU
Klasifikasi       : - 
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar