Senin, 01 September 2014

PEMANFAATAN EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) SEBAGAI ZAT PENOLAK (repellent) NYAMUK Aedes aegypti

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Prodi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014 

Abstrak
Awan Oktavian Erlambang
PEMANFAATAN EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) SEBAGAI ZAT PENOLAK (repellent) NYAMUK Aedes aegypti TAHUN 2014 
XV + 66 halaman : table, gambar, lampiran 

Penyakit demam berdarah merupakam penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan dengan cara pengendalian vektor demam berdarah. Pengendalian vektor demam berdarah umunya menggunakan insektisida sintetis, namun penggunaannya berdampak negatif terhadap lingkungan. Lengkuas (Alpinia galanga) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunkan sebagai salah satu alternatif pengendalian vektor demam berdarah karena mengandung minyak atsiri yang bersifat racun terhadap serangga, dalam hal ini lengkuas (Alpinia galanga) dapat digunakan sebagai zat penolak (repellent) nyamuk. Tujuan peneletian ini dilakukan untuk penolakan nyamuk Aedes aegypti terhadap ekstrak lengkuas (Alpinia galanga) selama 60 menit.
Metode penelitian eksperimental dengan mengetahui angka hingga atau mengigit nyamuk Aedes aegypti dengan mengugunakan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga) dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% masing  masing dikontakan selama 5 menit dalam waktu yang ditentukan selama 60 menit, dengan tiga kali pengulangan / replikasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan SPSS 15.00 menggunakan uji statistik oneway anova untuk mengetahui pengaruh perbedaan masing  masing konsetrasi ekstrak lengkuas 5%, 10, dan 15% selama 60 menit.
Hasil penelitian menggunkan analisis oneway anova menunjukan ada perbedaan penggunaan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% selama 60 menit. peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperpanjang waktu uji menjadi 6 jam agar daya repellent  lebih tercapai terbukti serta menambah jumlah nyamuk dalam kandang uji.

Daftar bacaan : 12 (1985  2014)
Kata kunci      : Ekstrak Lengkuas  Aedes aegypti
Klasifikasi      :
Fulltext
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar