Senin, 22 September 2014

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah,    Juli 2014

Abstrak 
Sahrur Romadhona (dhona_nha@ymail.com)
PEMANFAATAN BRIKET KULIT KACANG TANAH SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERHADAP PEMANASAN AIR DI DESA BOGARES KIDUL KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL  
XVII + 59 halaman: gambar, tabel, lampiran

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman polong-polongan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Sementara itu, kulitnya belum dimanfaatkan secara maksimal, karena oleh masyarakat hanya dibuang begitu saja dan dibakar, sehingga menimbulkan pencemaran udara di lingkungan. Menurut penelitian Achmad Fauzi dkk, 2010, Briket Kulit Kacang Sebagai Sumber Energi Alternatif. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Desa Bogares Kidul Kecamatan Pangkah pada tanggal 1 Maret 2014 di peroleh data bahwa terdapat sampah kulit kacang dari hasil pembuatan kacang Bogares. Tujuan penelitian untuk menganalisis warna api briket kulit kacang tanah, menentukan jumlah briket kullit kacang tanah yang dibutuhkan untuk mendidihkan 1 liter air, dan menganalisis waktu pemanasan briket kulit kacang tanah untuk  mendidihkan 1 liter air.
Metode penelitian Pra eksperimen dengan metode one shoot case study. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pengamatan, perhitungan, pengukuran briket kulit kacang tanah.  Hasil penelitian menunjukan briket kulit kacang tanah dapat mendidihkan 1 liter air dalam waktu 10 menit dengan jumlah briket 20 biji, sedangkan nyala api briket bertahan selama 30 menit, dan warna api yang dihasilkan yaitu kuning biru. Uji korelasi menunjukan nilai signifikansi 0,021 ( < 0,05 ) dari jumlah briket dengan temperatur maksimal, maka Ha diterima. Korelasi antara jumlah briket dan waktu untuk mencapai suhu maksimal diperoleh nilai signifikansi 0,865 (> 0,05), yang berarti Ha ditolak.
Kesimpulan briket kulit kacang tanah dapat digunakan untuk mendidihkan 1 liter air, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan gas elpigi. Hasil korelasi menunjukan adanya pengaruh antara jumlah briket dengan temperatur, sedangkan antara jumlah briket dengan waktu pemanasan tidak terdapat pengaruh. Saran diberikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan kulit kacang tanah dalam bentuk briket sebagai pengganti bahan bakar dan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, sebaiknya menggerakkan masyarakat dalam pengolahan sampah, khususnya sampah kulit kacang tanah.

Daftar bacaan : 13 (2005  2014 )
Kata kunci      : Kulit Kacang, Briket
Klasifikasi      : -
Fulltext
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar