Senin, 01 September 2014

IDENTIFIKASI BAHAN BERBAHAYA (FORMALIN DAN BORAKS) DALAM MIE BASAH YANG DIJUAL DI PASAR

 
                                                                                           Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
                                                                                             Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
                                                                                            Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
                                                                                Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
                                                                                                                  Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014

Abstrak
Adhar Ariyanto (adharqu@yahoo.com)
IDENTIFIKASI BAHAN BERBAHAYA (FORMALIN DAN BORAKS) DALAM MIE BASAH YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2014 
XVI + 50 halaman: gambar, tabel, lampiran

Mie basah merupakan mie mentah yang sebelum dipasarkan mengalami penggodokan dalam air mendidih lebih dahulu, dengan kadar air 52%. Tingginya kadar air membuat mie basah cepat mengalami kerusakan atau pembusukan, karena itu banyak usaha dilakukan untuk menambahkan bahan kimia pengawet. Bahan berbahaya yang sering ditambahkan adalah formalin dan boraks. Penelitian ini. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi ada tidaknya formalin dan boraks dalam mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kabupaten Kebumen.
Metode penelitian ini adalah deskriptif, dengan tujuan untuk  memperoleh gambaran tentang hasil pemeriksaan ada tidaknya formalin dan boraks dalam mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data lapangan dan pemeriksaan secara laboratorium yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan Permenkes R.I Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan.
Penelitian ini dilakukan terhadap 6 sampel mie basah yang diambil dari 6 pedagang mie basah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 sampel mie basah positif menggunakan formalin yaitu pada sampel D1 dan D2 yang berasal dari 2 pedagang mie basah di Pasar Kutowinangun, serta sampel E yang berasal dari pedagang mie basah di Pasar Prembun. Sedangkan 3 sampel lainnya positif menggunakan boraks yaitu sampel A, B, dan C yang masing-masing berasal dari pedagang mie basah di Pasar Wonokriyo Gombong, Pasar Karanganyar dan Pasar Tumenggungan. Semua sampel yang diamati secara organoleptik memiliki ciri-ciri fisik mie basah yang menggunakan formalin maupun boraks. Tingkat pengetahuan semua pedagang berada dalam kategori kurang baik yaitu antara 47,62% s/d 52,4%.
Kesimpulan penelitian ini adalah 50% mie basah positif menggunakan formalin dan 50% positif menggunakan boraks sehingga mie basah tersebut tidak aman untuk dikonsumsi karena dapat mengganggu kesehatan. Disarankan perlu adanya pembinaan, pengawasan, dan pemeriksaan secara rutin oleh Dinas Kesehatan terhadap penggunaan formalin dan boraks dalam makanan atau bahan makanan khususnya mie basah. 

Daftar bacaan : 12 (1984-2013)
Kata kunci      : Mie Basah, Formalin, Boraks
Klasifikasi      :
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar