Selasa, 23 September 2014

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014

Abstrak
Tika Dwi Lestiani (tikatia8@gmail.com)
HUBUNGAN KADAR DEBU DENGAN GANGGUAN PERNAFASAN PADA PEKERJA BAGIAN REPAIR DI PT. WANA MAKMUR SEJAHTERA PURBALINGGA TAHUN 2014 
xv+73 halaman : lampiran, tabel gambar

Proses industrilisasi yang mengalami kemajuan pesat berdampak negatif pada manusia dan lingkungan. Debu kayu merupakan salah satu limbah proses produksi apabila masuk saluran nafas akan menimbulkan gangguan paernafasan dan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hubungan kadar debu dengan gangguan pernafasan pada pekerja bagian repair di PT. Wana Makmur Sejahtera Purbalingga.  Jenis penelitian ini adalah analitik, variabel terikat terdiri dari gangguan pernafasan, variabel bebas meliputi kadar debu dan variabel pengganggu meliputi masa kerja, kelembaban, suhu, arah angin, kecepatan angin, umur, kebiasaan merokok dan APD. Data diperoleh dari hasil pengukuran EPAM 5000 (Enveronmental Particulate Air Monitoring), dan wawancara, kemudian dibandingkan dengan teori dan standar baku mutu yaitu KEPMENKES RI No.1405MenKes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri sebesar 0,15 mg/m3. Data dianalisis menggunakan uji Spearman dan menggunakan SPSS Versi 20.  Hasil penelitian menunjukan kadar debu tertinggi yaitu 0,168 mg/mpada pukul 11.10-11.40 WIB dan diperoleh rata-rata dari pengukuran yaitu 0,11 mg/m3, apabila dibandingkan dengan NAB menunjukan kadar debu dibawah nilai ambang batas. Arah dan kecepatan angin bergerak dari arah utara ke selatan dengan kecepatan 3.6 m/s. Suhu dan kelembaban ruangan sebesar 34 dan 56% melebihi nilai ambang batas sesuai KEPMENKES RI No.1405MenKes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri yaitu suhu ruangan 18-28 oC dan 65-96%. Hasil pengukuran gangguan pernafasan pekerja dikatagorikan ringan sampai berat, berdasarkan uji Spearman 0,022 (< 0,05) .  Kesimpulan hubungan antara kadar debu dengan gangguan pernafasan tergolong hubungan yang erat. Pencegahan pencemaran debu dengan membuatkan dinding pada pabrik dan perawatan exshauster yang ada sehingga dapat meminimalisir banyaknya debu dalam ruangan.

Daftar bacaan  : 21 (1982-2012)
Kata Kunci      : Kadar debu, Gangguan pernafasan
Klasifikasi       : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar