Selasa, 02 September 2014

STUDI KADAR NATRIUM METABISULFIT (Na2S2O) PADA GULA KELAPA YANG DIHASILKAN OLEH PETANI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah,    Juli 2014

Abstrak  
Evaliana Margiseptiasih (evaliana_septi@yahoo.com)
STUDI KADAR NATRIUM METABISULFIT (Na2S2O) PADA GULA KELAPA YANG DIHASILKAN OLEH PETANI DI DESA SIKAPAT, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014 
XVI + 87 halaman: gambar, tabel, lampiran 

Gula kelapa telah dimanfaatkan secara luas untuk membuat aneka hidangan. Kendala petani dalam pembuatan gula kelapa adalah mudah rusaknya air nira akibat mikroba, sehingga gula yang dihasilkan memiliki kualitas yang rendah. Hal ini menyebabkan petani menggunakan pengawet untuk mempertahankan kualitas gula yang dihasilkan. Pengawet yang digunakan yaitu  pengawet sintetis terutama Natrium Metabisulfit (Na2S2O), yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, apabila penggunaannya melebihi batas maksimum. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar Natrium Metabisulfit (Na2S2O55) pada gula kelapa yang dihasilkan oleh petani di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. 
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui kadar Natrium Metabisulfit (Na2S2O) pada gula kelapa yang dihasilkan oleh petani di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Cara pengumpulan data dengan pemeriksaaan laboratorium, wawancara, dan pengukuran. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 sampel gula kelapa mengandung Natrium Metabisulfit (Na
2S2O) dan 11 (84,61%) sampel gula kelapa melebihi batas maksimum SO25 pada gula kelapa yang diperbolehkan menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 40 mg/kg. Tingkat pengetahuan petani gula kelapa di Desa Sikapat tergolong cukup. Perilaku petani gula kelapa dalam penggunaan Natrium Metabisulfit (Na2S2O) 92,31% tidak baik dan 7,69% cukup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 11 sampel gula mengandung Natrium Metabisulfit (Na2S52O5) yang melebihi batas maksimum SO. Tingkat pengetahuan dan perilaku petani gula kelapa mengenai penggunaan Natrium Metabisulfit (Na2S2O) cukup. Saran yang dapat diberikan kepada petani gula dalam menambahkan bahan pengawet berupa Natrium Metabisulfit (Na5) tidak berlebihan. Instansi terkait sebaiknya melakukan penyuluhan, pembinaan dan pengawasan terhadap petani gula mengenai penggunaan Natrium Metabisulfit (Na2S2O).  

Daftar bacaan : 28 (1988  2014 )
Kata kunci     : Natrium Metabisulfit, Gula kelapa
Klasifikasi : -
Fulltext

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar