Senin, 01 September 2014

STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp PADA SATE KAMBING


                                                                                          Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politekenik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah,  Juli 2014

Abstrak
Elendea Windi Arfila (elen_chemprenk@yahoo.com)
STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp PADA SATE KAMBING YANG DIJUAL DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2014
xvi +  72 halaman: gambar, tabel, lampiran

Salmonellosis menyebabkan gastroenteristis (gangguan saluran pencernaan akut), penyebabnya adalah Salmonella choleraesuis dan Salmonella enteriditis. Salmonellosis terjadi setelah waktu inkubasi 5-72 jam setelah memakan makanan yang mengandung Salmonella. Gejala yang ditimbulkan adalah sakit perut, diare, mual-mual, dan sakit kepala. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya Salmonella pada sate kambing yang dijual di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2014. Metode penelitian  deskriptif, yaitu data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar yang ada.
Hasil yang didapat, hygiene sanitasi pengelolaan sate kambing di 6 tempat mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan dan penyajian makanan sudah baik yaitu dengan skor 88,05%. Berdasarkan pemeriksaan 6 sampel sate kambing di laboratorium dapat diketahui bahwa 4 sampel tidak memenuhi standar karena positif Salmonella sedangkan 2 sampel negatif Salmonella sehingga memenuhi standar yang telah ditentukan yaitu negatif (nol).
Kesimpulan  sanitasi pengelolaan sate kambing di enam tempat sudah baik yaitu dengan skor 88,05%, serta dari 6 sampel sate kambing dapat diketahui bahwa 4 sampel tidak memenuhi standar karena positif Salmonella sedangkan 2 sampel negatif Salmonella sehingga memenuhi standar yang telah ditentukan berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No.HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009 tentang penetapan batas maksimal cemaran mikroba dan kimia dalam makanan yaitu negatif (nol). Saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya sate kambing yang akan dikonsumsi harus benar-benar matang dan saat mengolah makanan sebaiknya mengacu pada aspek hygiene sanitasi makanan agar tidak terjadi kontaminasi. 

Daftar bacaan  : 22 (1987-2014)
Kata Kunci      : Salmonella, Sate Kambing
Klasifikasi       : -
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar