Senin, 01 September 2014

STUDI FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH PENDERITA DBD

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Progam Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2014

Abstrak
Donei Ajian Veronica (donei_bee@yahoo.com)
STUDI FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH PENDERITA DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014
XII + 95 halaman: gambar, tabel, halaman 

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue  yang ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan laporan Puskesmas Purwokerto Selatan jumlah kasus DBD pada bulan Januari sampai bulan Desember tahun 2013 tercatat 92 kasus.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor lingkungan fisik rumah penderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan antara lain ketinggian tempat, curah hujan, pencahayaan, suhu udara, kelembaban udara, jenis tempat perindukan, dan kepadatan jentik (C.I, H.I, B.I, ABJ). Besar sampel adalah 77 orang penderita DBD di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan tahun 2013.
Hasil penelitian terhadap 77 responden diketahui bahwa usia responden adalah 11-15 tahun dengan jumlah 14 orang (18,18%) berusia 11-15 tahun, jenis kelamin responden terbanyak laki-laki dengan jumlah 51 orang (66,23%) dan 36 orang adalah pelajar (46,75%). Ketinggian tempat rata-rata 74 meter dari permukaan laut. Curah hujan 3.940 mm. Pencahayaan rata-rata bagian dalam rumah 130 lux, bagian luar rumah 443 lux. Suhu udara rata-rata bagian dalam rumah 31
C, bagian luar rumah 32oC. Kelembaban udara rata-rata bagian dalam rumah 66%, bagian luar rumah 62%. Jumlah kontainer yang ditemukan adalah 285 container. C.I=2,45%, H.I=9,09%, B.I=9,09%, dan ABJ=90,0%. Jenis container yang ditemukan adalah bak mandi, tempayan, pot/ vas, dispenser, kulkas, ember, akuarium, kolam, barang bekas, dan tempat minum burung. Kepadatan jentik C.I memenuhi batas WHO, (≤ 5%), H.I memenuhi batas WHO (≤ 10%), B.I memenuhi batas WHO (≤ 50%), dan ABJ belum memenuhi (≥ 95%) sehingga perlu dilakukan pengendalian larva. Disarankan kepada seluruh masyarakat agar secara rutin melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk sehingga kasus DBD dapat dihilangkan atau diturunkan.

Daftar bacaan : 12 (2007-2013)
Kata kunci      : Lingkungan, Fisik, Rumah, DBD
Klasifikasi      : -
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar