Senin, 01 September 2014

PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN GULA PASIR TERHADAP DAYA AWET MANISAN BUAH MANGGA HAMBAWANG PADA PENGAWETAN SISTIM BASAH

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2014

Abstrak
Apry Saraswaty ( apry_saraswaty@yahoo.com)
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN GULA PASIR TERHADAP DAYA AWET MANISAN BUAH MANGGA HAMBAWANG PADA PENGAWETAN SISTIM BASAH  TAHUN 2014
XVII+ 92 halaman: gambar,tabel,lampiran 

Buah mangga hambawang tergolong buah yang mudah rusak (membusuk). Hal ini disebabkan karena kandungan air dalam buah mangga yang cukup tinggi. Pengawetan mangga hambawang yaitu dilakukannya sistem pengawetan basah dengan menggunakan larutan gula pasir. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula pasir dalam proses pembuatan manisan  terhadap daya awet buah mangga hambawang.
Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Sampelnya adalah buah mangga hambawang (tanpa biji) yang segar, sudah dicuci, direndam dalam larutan garam dan larutan kapur sirih, perebusan buah mangga, pembuatan kuah dengan larutan gula pasir, pencampuran dengan kuah dan aduk rata, perendaman buah mangga hambawang dan simpan dalam stoples 1.200 mili liter seberat 1000 gram setiap mili liter larutan. Konsentrasi gula pasir yang diteliti adalah 0%, 25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%. 
Hasil penelitian yaitu hasil uji kruskal-wallis pada taraf signifikan 0,05, nilai signifikan 0,000 < 0,05 bahwa ada perbedaan konsentrasi larutan gula pasir dalam proses pembuatan manisan terhadap daya awet buah mangga hambawang  pada pengawetan sistem basah dan dilanjutkan dengan uji mann-whitney hasilnya adalah ada perbedaan kelompok daya awet buah mangga hambawang yang sama yang direndam larutan gula pasir dengan berbagai konsentrasi. 
Kesimpulan daya awet manisan buah mangga hambawang adalah pada konsentrasi larutan gula pasir dalam proses pembuatan manisan sebanyak 0% (sebagai kontrol) selama 1,7 hari ; konsentrasi 25% selama 3 hari; konsentrasi 30% selama 4,4 hari ; konsentrasi 35% selama 5,6 hari ; konsentrasi 40% selama 7 hari ; konsentrasi 45% selama 8,7 hari. Semakin besar konsentrasi larutan gula pasir pada proses pembuatan manisan buah mangga hambawang semakin lama. Kepada peneliti lain dapat melanjutkan penelitian ini dengan jenis sampel, jumlah sampel,dan konsentrasi larutan gula pasir yang digunakan agar lebih bervariasi.

Daftar bacaan : 17 ( 1979  2014 )
Kata kunci      : mangga hambawang, manisan mangga
Klasifikasi      : 
Fulltext

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar