Selasa, 25 September 2018

STUDI HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA PENDERITA DIARE DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan
Program Diploma D III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2018

Abstrak
Farah Nabila Putri(farahnabila.np13@gmail.com)
STUDI HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA PENDERITA DIARE DI DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018
XVII + 67 Halaman, tabel, gambar, diagram, lampiran

Keamanan makanan merupakan kebutuhan masyarakat, karena makanan yang aman akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit. Agar makanan yang kita makan tidak ter-kontaminasi, maka perlu diterapkannya hygiene sanitasi makanan. Penyakit yang disebabkan oleh makanan pada umumnya menyerang saluran pencernaan, yaitu penyakit diare. Berdasarkan data dari Puskesmas 1 Sumbang terdapat adanya Kasus Diare di Desa Tambaksogra sebanyak 143 yang dimungkinkan terjadi karena hygiene sanitasi makanan yang kurang baik. Tujuan penelitian: untuk mengetahui kondisi hygiene sanitasi makanan di rumah penderita diare Desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas tahun 2018.
Jenis penelitian: deskriptif cara pengumpulan data dengan wawancara dan observasi menggunakan alat pengumpulan data berupa chklist dan kusioner. Subjek penilaian ini adalah hygiene sanitasi makanan di rumah penderita diare Desa Tambaksogra penderita Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.
Hasil penelitian: menunjukkan sanitasi pada proses pengamanan bahan makanan, bahan makanan tidak rusak (67,87%), bahan makanan bersih dan tidak berbau (64,28%), bahan makanan segar (64,28%), keadaan makanan secara fisik baik, tidak kotor (64,28%) dan bebas dari serangga dan tikus (53,57%). Sanitasi proses penyimpanan bahan makanan, penempatan terpisah dengan makanan terdapat (100%), penyimpanan dibedakan antara bahan makanan kering dan basah (75%), terbebas dari serangga dan tikus (42,85%), tempat penyimpanan tertutup (50%) dan sarana sanitasi penyimpanan bahan makanan (57,14%), dinding bersih (57,14%), atap tidak bocor (82,14%). Sanitasi proses sanitasi pengolahan makanan, personal hygiene (82,14%), sanitasi dapur (64,28%), atap tidak bocor (78,57%), terdapat lubang asap dapur (25%), ventilasi mudah dibersihkan (28,57%), tempat Sampah kedap air dan tertutup (25%), terdapat tempat pencuci tangan (32,14%), Ada saluran air kotor (100%), alat pengolahan bersih (75%) dan alat pengolahan disimpan pada rak tertutup(60,71%). Sanitasi pada proses pengangkutan makanan, penjamah makanan tidak berkuku panjang (82,14%) dan data jalur pengangkutan dekat terdapat (82,14%).Sanitasi pada proses penyimpanan makanan, lantai kedap air dan mudah dibersihkan (71,42%), bebas serangga dan tikus (42,85%) dan di tempatkan pada lemari/rak yang (64,28%). Sanitasi pada proses penyajian dalam keadaan tertutup (83,14%), alat penyaji makanan selalu dalam keadaan bersih (75%), jalur pengangkut dekat (82,14%), makanan di tempatkan pada wadah yang tertutup (100%) dan pejamah tidak berkuku panjang (82,14%).
Kesimpulan: bawa kondisi hygiene sanitasi makanan di rumah penderita diare dengan item yang dinilai yaitu 18 item dengan kategori baik, 7 item dengan kategori cukup, 3 item dengan kategori kurang baik dan 4 item dengan kategori tidak baik. Sarannya yaitu memberi penyuluhan tentang pentingnya hygiene sanitasi makanan terhadap ibu rumah tangga.

Daftar Pustaka    : 13 (1998-2017)
Kata Kunci          : Sanitasi Makanan, Penderita Diare
Klasifikasi           : -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar