Senin, 09 November 2015

 
                                                                                         Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
                                                                                           Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
                                                                                           Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
                                                                               Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
                                                                                                                 Karya Tulis Ilmiah, Juli 2015


Abstrak 
Hella Prihatiningtiyas (Hella.tiyas@yahoo.com)
STUDI SANITASI SOLUS PER AQUA (SPA) DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015. 
XV+ 106, Tabel, Gambar, Lampiran 

Sanitasi adalah suatu cara untuk mencegah berjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari sumber. Sanitasi merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada penguasaan terhadap berbagai factor lingkungan yang memepengaruhi. Solus Per Aqua (SPA) yaitu merupakan upaya kesehatan perorangan, dengan pendekatan promotif dan preventif yang menekankan pada upaya mempertahankan, menjaga dan meningkatkan kemampuan tubuh agar tercapai tingkat kesehatan yang optimal. Tujuan penelitian mengetahui keadaan sanitasi Solus Per Aqua (SPA) yang ada di Wilayah Purwokerto Kabupaten Banyumas Tahun 2015.
Jenis penelitian Deskriptif dengan metode pendekatan Observatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi yang terdapat di tempat SPA Purwokerto Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan checklist dan kuesioner dan dokumentasi. Data disajikan dalam bentuk tabel dan lampiran.
Hasil penelitian yang dilakukan pada tempat SPA di Purwokerto menyebutkan bahwa keadaan sanitasi pada tempat SPA A s/d E dalam kategori baik dengan prosentase 82,69%. Yaitu SPA A 88,00, SPA B 87,17%, SPA C 83,97%, SPA D 90,38% dan SPA E 97,43%. 
Kesimpulan bahwa secara umum sanitasi di tempat SPA A, B, C, D dan E dalam kondisi baik, bagian eksterior dan interior SPA yang meliputi konstruksi bangunan, fasilitas sanitasi, fasilitas umum, pengendalian vektor, pembuangan sampah, saluran pembuangan air limbah, penyediaan air bersih dan personal hygiene terapis sudah baik. Terapis yang pekerjaannya selalu berinteraksi dengan manusia sangat beresiko terjadinya penularan penyakit hendaknya memperhatikan kebersihan perorangan dan selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta menggunakan masker.  

Daftar bacaan : 19 (1990 - 2014)
Kata kunci      : Sanitasi Tempat - tempat Umum, SPA
Klasifikasi        : -
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar