Selasa, 10 November 2015

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2015

Abstrak
Vivi Kusumastuti ( vivigmt@gmail.com)
STUDI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS  TAHUN 2015 
XV + 105 halaman: gambar, tabel, lampiran.  

Tahu merupakan salah satu sumber makanan yang berasal dari kedelai dan mengandung protein tinggi. Proses pembuatan tahu tidak hanya menghasilkan tahu sebagai sumber makanan, akan tetapi juga menghasilkan bahan buangan seperti ampas tahu dan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikan instalasi pengolahan air limbah tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik yaitu mendeskripsikan instalasi pengolahan air limbah tahu dengan cara melihat perbandingan struktur organisasi pengelola IPAL, sistem pengolahan air limbah, perbandingan antara pH,  COD dan suhu yang berasal dari saluran inlet dan outlet IPAL dengan penyaluran air limbah  sistem pompa dan sistem gravitasi  Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur organisasi instalasi pengolahan air limbah tahu pada masing-masing biolita terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan seksi perawatan. Sistem pengolahan air limbah terdiri dari bak penyaring, bak penangkap, digester, gas holder, bak Buffle reactor (khusus biolita 4) dan outlet dengan menggunakan sistem biofilter UASB (Upflow Anaerobic  Sludge Blanket) dan menghasilkan biogas yang di salurkan kembali ke warga desa. Hasil pemeriksaan menunjukan limbah influen pada seluruh Biolita memiliki nilai pH 4 - 5, nilai COD  700 mg/l - 10.600 mg/l, serta suhu sebesar 38 oC - 60oC. Sedangkan pada outlet seluruh Biolita memiliki nilai pH 7 sampai 8, kadar COD sebesar 340 mg/ L -  3.520 mg/l, serta kadar suhu sebesar 31 oC - 36
 oC.  Beban pencemaran COD pada seluruh Biolita berkisar antara  0,32 kg/ton - 17,3kg/ton. Menurut baku mutu yang ada, nilai pH dan suhu telah memenuhi syarat. Beban pencemaran  COD pada Biolita 1 dan 2 telah memenuhi syarat, tetapi kadar COD pada seluruh IPAL belum memenuhi syarat yang berlaku. Masalah-masalah yang dimiliki IPAL bersistem Pompa lebih kompleks di bandingakan dengan IPAL bersistem gravitasi.  Kesimpulan penelitian adalah IPAL bersistem pompa dan sistem gravitasi secara berurutan kelebihan utamanya adalah dapat ditempatkan dimana saja dan biaya operasional lebih murah. Kekurangan sistem pompa masih tergantung pada arus listrik. Di sarankan menggunakan sistem jaringan gravitasi, pengaktifan kembali Trickling filter pada Biolita 1.  Lumpur aktif yang terdapat di dalam digester dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik. 

Daftar bacaan : 32  (1983 - 2014)
Kata kunci     : IPAL Tahu
Klasifikasi     : -
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar