Minggu, 08 November 2015

EFEKTIVITAS FERMENTASI AIR TEBU SEBAGAI BAHAN ATRAKTAN NYAMUK Aedes aegypti DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAP NYAMUK


                                                                                          Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
                                                                                           Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
                                                                                          Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
                                                                                Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
                                                                                                                 Karya Tulis Ilmiah, Juni 2015

Abstrak
Dhani nur wijayanti (dhaninurwijayanti@gmail.com)
EFEKTIVITAS FERMENTASI AIR TEBU SEBAGAI BAHAN ATRAKTAN NYAMUK Aedes aegypti DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAP NYAMUK DI LABORATORIUM ENTOMOLOGI JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO TAHUN 2015 
XIV + 67 halaman : gambar, tabel, lampiran 

Di Indonesia, epidemi Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan problem dan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak  anak. Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyebab DBD sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas fermentasi air tebu guna menangkap nyamuk Aedes aegypti menggunakan perangkap nyamuk.
 Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan the randomized posttest only control group yang terdiri dari sampel dan kontrol. Analisis data menggunakan analisis tabel, motode penelitiannya yaitu dengan cara memasukan konsentrasi pada tiap perangkap nyamuk dan di letakan di dalam kurungan nyamuk secara acak selama 24 jam dengan 6 replikasi. 
Hasil penelitian yaitu pada konsentrasi 5% terdapat 1 ekor nyamuk yang terperangkap, konsentrasi 10% terdapat 1 ekor nyamuk, konsentrasi 20% terdapat 0 ekor nyamuk, konsentrasi 40% terdapat 2 ekor, sedangkan pada konsentrasi 0% (air bersih dan ragi sebagai kontrol) terdapat 0 ekor. Maka konsentrasi 40% dapat dikatakan konsentrasi yang paling banyak mendapatkan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap jika dibandingkan dengan jumlah nyamuk yang terperangkap pada konsentrasi yang lain. kesimpulan  tidak adanya konsentrasi yang efektif,   tetapi jika dibandingkan dengan konsentrasi yang lain konsetrasi fermentasi air tebu yang yang paling banyak mendapatkan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap adalah konsentrasi 40%, karena paling banyak mendapatkan nyamuk yang terperangkap. 

Daftar bacaan  :  24 (1984 - 2015)
Kata Kunci      :  Nyamuk Aedes aegypti, Air tebu, Atraktan
Klasifikasi       : -
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar