Senin, 09 November 2015

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2015


Abstrak
Nilna Syarifatun Nisa (nilnasn15@gmail.com)
PENILAIAN KONDISI KESEHATAN LINGKUNGAN PUSKESMAS RAWAT INAP DI KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015
XVII+111:gambar, tabel, lampiran 

Puskesmas merupakan sarana kesehatan terdepan yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Penyehatan sarana dan bangunan Puskesmas sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat yang dapat memberikan perlindungan bagi pengunjung dan petugas Puskesmas. Berdasarkan besarnya potensi resiko kesehatan pada Puskesmas yang dapat mengancam kesehatan masyarakat, maka sebagai sarana pelayanan umum Puskesmas wajib memelihara dan meningkatan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan persyaratan. Tujuan penelitian  menilai kondisi kesehatan lingkungan Puskesmas Rawat Inap Kutowinangun menggunakan
metode penelitian deskriptif dengan cara observasi dan wawancara.  Hasil penelitian kondisi kesehatan lingkungan menunjukan bahwa  rata-rata temperatur adalah 28,25OC, dan kelembaban 66% belum memenuhi syarat dan rata-rata intensitas cahaya sudah memenuhi syarat yaitu 159lux. Kondisi lingkungan dan bangunan bagian dalam dan luar dikategorikan baik dengan persentase 74%, penyediaan air bersih dikategorikan sangat baik dengan persentase 100%, sarana pembuangan air limbah dikategorikan baik dengan persentase 83%, pengelolaan sampah dikategorikan cukup dengan persentase 55%, pengolahan makanan dan minuman dikategorikan baik dengan persentase 75%, tempat pencuciaan dikategorikan kurang dengan persentase 37%, fasilitas penunjang dikategorikan cukup persentase 50%.
Kesimpulan kondisi kesehatan lingkungan Puskesmas Rawat Inap Kutowinangun secara keseluruhan persentase 66% dengan kategori baik. Untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memenuhi syarat agar Puskesmas dalam tempat penampungan sementara linen kotor dipisah antara linen infeksius dan non infeksius dan tertutup, pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pemisahan sampah organik dan anorganik, pemisahan jamban dan kamar mandi antara laki-laki dan perempuan, dan dilakukan program pengendalian vektor dan binatang pengganggu

Daftar bacaan : 2009-2014
Kata kunci      : Kesehatan Lingkungan Puskesmas 
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar