Senin, 09 November 2015

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang  
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2015

Abstrak
Shinta Dewi Jayanti (shintadewi.jayanti@ymail.com)
STUDI KOMPARASI JUMLAH MIKROORGANISME PADA BUS AC DAN NON AC EKONOMI JURUSAN PURWOKERTO  YOGYAKARTA TAHUN 2015 
xv + 55  : gambar, tabel, lampiran 

Bus merupakan angkutan umum yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Untuk kenyamanan penumpang selama perjalanan, digunakan Air Conditioner (AC) sebagai penyejuk dan penghawaan ruangan. Salah satu media yang berperan dalam penularan dan penyebaran penyakit adalah udara. Tujuan penelitian mengetahui jumlah mikroorganisme udara pada bus AC dan non AC serta kondisi sanitasi bus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 8 sampel. Sampel terdiri dari 4 sampel bus AC dan 4 sampel bus non AC.
Hasil penelitian jumlah mikroorganisme udara tertinggi pada bus AC adalah 4.790.000 CFU/m‡, sedangkan terendah adalah 2.750 CFU/m‡, Untuk bus non AC tertinggi 57.500 CFU/m‡, dan terendah 30.000 CFU/m‡. Hasil rata-rata kondisi sanitasi pada bus AC adalah 67% dan 51% pada bus non AC. Uji t-test menunjukan nilai signifikan = 0,044 < α yang artinya ada perbedaan jumlah mikroorganisme udara pada bus AC dan non AC ekonomi jurusan Purwokerto  Yogyakarta. Untuk mengurangi jumlah mikroorganisme udara sesuai dengan hasil yang diperoleh, maka perlu dilakukan pembersihan dan pencucian bus secararutin minimal setelah bus beroperasi. Pengecekan sarana yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan penumpang, termasuk pengecekan AC secara berkalapada bus. 

Daftarbacaan : 17 (1982-2014)
Kata kunci     : Mikroorganisme, Bus Ekonomi
Klasifikasi     :
Full Text
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar