Minggu, 08 November 2015

HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS PARU TENAGA KERJA DI PABRIK KAYU

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia    
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan  
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2015 

Abstrak
Bayu Aji Februar (bayuaji_februar@yahoo.com)
HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS PARU TENAGA KERJA DI PABRIK KAYU PT. KEMILAU ANUGRAH SEJATI DESA PAGERAJI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 
XIV+86 halaman, tabel, gambar, lampiran 

Udara dikatakan tercemar jika mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Udara adalah campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Komposisi udara normal 78%, Nitrogen, Oksigen 21%, dan 1% Uap air,Karbondioksida, dan gas-gas lain. (PP : No. 41 Tahun 1999) Kadar debu yang dizinkan terdapat di udara dan tidak mengganggu kenikmatan kerja menurut Permenaker No. 13 Tahun 2011 tentang nilai ambang batas  tempat kerja adalah jika kadar debu ≤ 5 mg/m
Tujuan penelitian mendiskripsikan hubungan paparan debu dengan kapasitas paru tenaga kerja Di Pabrik Kayu PT. Kemilau Anugrah Sejati Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian digunakan adalah dengan pendekatan cross sectional yaitu untuk mencari hubungan antara pajanan terhadap faktor risiko dan timbulnya penyakit sebagain akibat pajanan tersebut pada waktu yang sama. Variabel yang dianalisis adalah variabel bebas (kadar debu), variabel terikat (expirasi paksa dan kapasitas total paru), variabel pengganggu (masa kerja, umur, kelembaban, suhu, arah angin, kebiasaan merokok, APD, kecepatan angin). Sampel yang diambil dalam penelitian sebesar 30% dari 58 pekerja pada shift pagi yaitu sebanyak 20 orang, responden tersebut diambil dari beberapa bagian  unit kerja yang meliputi jumping cross cut 8 orang, doubel planner 3 orang, conpayer 4 orang,  sizing 3 orang, packing 2 orang, yang berkerja di PT. Kemilau Anugrah Sejati.
Uji statistik menggunakan pearson product moment diperoleh nilai hitung r= -0,047 menunjukan hubungan paparan debu dengan FEV1 sangat rendah. Dengan nilai p = 0.842 lebih besar dari α = 0,05,  berarti tidak ada hubungan antara paparan debu dengan FEV1, sedangkan rXY = 0,193 Hasil  adanya hubungan paparan debu dengan FVC sangat rendah. Dengan nilai p = 0.415 lebih besar dari α = 0,05, yang berarti tidak ada hubungan antara paparan debu dengan FVC.  XY
Simpulan bahwa tidak ada hubungan paparan debu dengan FEV1 dan FVC. Saran bagi perusahaan perlu penambahan ventilasi yang luasnya 15% dari luas lantai, penempatan posisi kerja yang tidak berhadapan dengan arah angin.
  
Daftar Bacaan : 33 (1987 - 2015)
Kata Kunci      : Debu, Kapasitas paru
Klasifikasi       : -
Full Text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar