Rabu, 08 Januari 2014

STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA MALARIA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Jurusan Kesehatan Lingkungan 
Program Studi Diploma III Kesling Purwokerto
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011 

Abstrak
Intan Indriyani
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA MALARIA DI WILAYAH PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2011 
xv + 84 halaman : tabel, gambar, lampiran

Wilayah  Puskesmas  Sumpiuh  II  Kabupaten  Banyumas  mempunyai penderita  malaria  yang  cukup  tinggi.  Penyakit  malaria  disebabkan  oleh plasmodium  ditularkan  oleh  nyamuk  anopheles,sp  yang  sampai  saat  masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dapat menimbulkan kematian serta kerugian dibidang ekonomi. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko  dengan kejadian  malaria  di  Wilayah  Puskesmas  II  Sumpiuh  Kabupaten Banyumas tahun 2011.
Metode penelitian design Case Control Study. Jumlah sampel sebanyak 40 orang terdiri dari 20 kasus dan 20 kontrol. Faktor-faktor yang diteliti adalah tempat perkembangbiakan nyamuk, pemasangan kasa nyamuk, pemakaian kelambu, pemakaian obat  nyamuk dan pemeliharaan hewan ternak. Uji  statistik yang digunakan adalah Chi Square nilai keyakinan uji statistik adalah 95 % dan nilai  kemaknaan (α)  0,05 dengan ketentuan hubungan dikatakan bermakna jika nilai p < 0,05 dan tidak bermakna jika nilai p ≥ 0,05 serta melihat besarnya nilai rasio odd’s ( OR ) analisis menggunakan SPSS.
Hasil penelitian Tempat  perkembangbiakan  nyamuk  terbukti  secara  signifikan  sebagai faktor  penyebab  malaria  dengan (  p = 0,027 )  dan  Odds  Ratio  (OR)= 5,444. Pemasangan kasa nyamuk tidak terbukti sebagai faktor penyebab malaria dengan ( p  =  0,468  )  dan  Odd  Rasio (OR)  =  0.  Pemakaian  kelambu  terbukti  secara signifikan sebagai faktor penyebab malaria dengan ( p = 0,023 ) dan Odds Ratio (OR)= 12,667, pemakaian Obat nyamuk terbukti secara signifikan sebagai faktor penyebab  malaria  dengan  (  p  =  0,027  )  dan  Odds  Ratio  (OR)  =  5,444, pemeliharaan hewan ternak besar tidak terbukti sebagai faktor penyebab malaria dengan ( p = 0,107 ) dan Odd Rasio (OR) = 3,667. Ada tiga faktor yang terbukti sebagai risiko kejadian malaria, yang paling signifikan adalah pemakaian kelambu,  tempat  perkembangbiakan nyamuk,  dan pemakaian  Obat  nyamuk.  Saran  untuk  dinas  terkait  adalah  agar  lebih meningkatkan  kerjasama  lintas  program dan lintas  sektoral  dan  meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat.

Daftar bacaan : 28, 2001 - 2011
Kata kunci      : Malaria, lingkungan
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar