Kamis, 09 Januari 2014

STUDI KOMPARASI PENGENDAPAN KONVENSIONAL DENGAN PENGENDAPAN KONVENSIONAL KOMBINASI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) UNTUK MENURUNKAN TSS (Total Suspended Solids) PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Progam Studi Diploma IV Kesehatan Lingkungan 
Skripsi,   Juli 2011

ABSTRAK
Ahmad Imam Muttaqin
STUDI KOMPARASI PENGENDAPAN KONVENSIONAL DENGAN PENGENDAPAN KONVENSIONAL KOMBINASI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) UNTUK MENURUNKAN TSS (Total Suspended Solids) PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK TAHUN 2011
xvi +  59 halaman,  4 tabel,  6 lampiran  

Air limbah domestik merupakan sumber pencemaran air yang sangat potensial. Salah satu parameter air limbah domestik adalah TSS. Perlu dilakukan pengolahan awal (Pre Treatment) untuk mengurangi kadar TSS dalam air limbah domestik sebelum di buang ke badan air. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penurunan kadar TSS  setelah melewati pengendapan konvensional dan pengendapan konvensional kombinasi eceng gondok (Eichhornia crassipes), dengan menggunakan metode Gravimetri sesuai dengan SNI 06-6989.3-2004.  Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan pre dan Post Test Design. Pengumpulan data diperoleh dengan cara pengukuran kadar TSS air limbah domestik sebelum dan setelah melewati pengendapan konvensional dan pengendapan konvensional kombinasi eceng gondok (Eichhornia crassipes), kemudian diolah dengan editing dan tabulating. Analisis data dilakukan dengan uji T Test dengan progam SPSS versi 16.0.  Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata penurunan kadar TSS  pengendapan konvensional adalah 190,33 mg/lt (48,21%) selama 2 X 24 jam dan pengendapan konvensional kombinasi eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah 276,66 mg/lt (75,62%). Terdapat perbedaan signifikan pengendapan konvensional dan pengendapan konvensional kombinasi eceng gondok dengan
nilai t hitung sebesar -2,912 dengan probabilitas  0,044 < 0,05 (nilai ). Kesimpulan terdapat perbedaan penurunan yang signifikan yaitu sebesar 26,08% terhadap penurunan kadar TSS air limbah domestik setelah melalui pengendapan konvensional dan pengendapan konvensional kombinasi eceng gondok (Eichhornia crassipes).   Peneliti menyarankan kepada masyarakat, metode bioremediasi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada saluran air limbah domestik sebelum dibuang ke badan air (Pre Treatment). Bagi peneliti lain percobaan penambahan variasi tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) 20%, 50%, dan 100 %, dari luas permukaan bak pengendapan untuk memperoleh hasil yang lebih bervariasi dan menyempurnakan hasil penelitian yang dilakukan

Daftar bacaan : 12 (1987-2008)
Kata kunci : TSS, Eceng Gondok, Pengendapan, Air limbah Domestik
Klasifikasi :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar