Rabu, 08 Januari 2014

STUDI TENTANG HYGIENE SANITASI PEMBUATAN TAHU

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
 Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan Purwokerto 
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011 

Abstrak 
Nur Cahyani
STUDI TENTANG HYGIENE SANITASI PEMBUATAN TAHU DI DESA KALISARI KECMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2011.
 xvi+ 75 Halaman, Tabel, Lampiran, gambar

Makanan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena makanan sebagai sumber tenaga bagi tubuh dan kebutuhan dasar bagi pertumbuhan manusia. Makanan yang dikonsumsi bukanlah hanya sekedar memenuhi gizi dan mempunyai bentuk yang menarik, tetapi juga makanan harus aman dalam arti tidak mengandung mikroorganisme dan bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit. Pernah terjadi kasus keracunan akibat mengkonsumsi tahu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hygiene sanitasi pembuatan tahu, kualitas makanan secara organoleptik dan kualitas makanan secara mikrobiologi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, diharapkan dapat diketahui hygiene sanitasi pembuatan tahu, kualitas fisik makanan secara organoleptik dan kualitas makanan secara mikrobiologi. Hasil inspeksi sanitasi tempat pembuatan tahu dalam kategori baik (76 - 100%), cukup baik (56 - 75% ), kurang baik (40 - 55%), jelek  (<40 nbsp="" p="">Hasil pemeriksaan menunjukan Angka Lempeng Total (ALT) dari 10 sempel tidak memenuhi syarat Peraturan Kepala Badan POM RI NO HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009 Tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dan Kimia Dalam Makanan yaitu lebih dari 5 x 104 koloni per gram.
Kesimpulan dari penenlitian ini adalah hygiene sanitasi industri tahu rat-
rata 61,9% dengan kategori cukup baik, kualitas makanan secara organoleptik sudah memenuhi syarat dan kualitas mikrobiologi rata-rata tidak memenuhi syarat. 
Saran yang dapat diberikan kepada pemilik home industri maupun penjamah meliputi alat yang diguanakan sebaiknya tidak berkarat, pencucian sebaiknya menggunakan air yang mengalir. Saran bagi Puskesmas sebaiknya melakkan pengawasan rutin mengenai tempat pembuatan tahu dan kaualitas tahu. 

Daftar bacaan : 17 (1983-2009) 
Kata kunci      : Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman 
Klasifikasi       :  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar