Rabu, 08 Januari 2014

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia    
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang   
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma III Kesehatan Lingkungan  
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011

Abstrak
Sity Nellasari
HUBUNGAN  BEBAN  KERJA  DENGAN  KELELAHAN  KERJA  PADA BAGIAN PRODUKSI CV. MUSLIM JAYA CIREBON TAHUN 2011.
Xvii + 62 halaman : tabel, gambar, grafik, lampiran

Beban kerja meliputi pekerjaan fisik dan mental yang dialami oleh pekerja saat  bekerja.  Kemampuan fisik yang lemah atau beban kerja yang tidak sesuai dengan kemampuan dari  pekerja akan dapat  menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan dan akan mengalami  kelelahan kerja.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada bagian produksi CV. Muslim Jaya Cirebon.
Penelitian  ini  termasuk  dalam  jenis  penelitian  observasional  dengan metode  pendekatan  crossectional.  Sampel  dalam penelitian  ini  adalah  pekerja bagian produksi  sebanyak 37 orang. Uji statistik yang digunakan yaitu korelasi spearman.
Hasil penelitian yang diperoleh sebanyak 78,37 % mengalami beban kerja ringan dan sebanyak 64,86 % mengalami kelelahan sedang. Berdasarkan hasil uji analisis  statistik diperoleh nilai  p = 0,706.  Dengan p ≥ α maka menunjukkan hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat tidak signifikan sehingga tidak adanya  hubungan  antara  beban  kerja  dengan  kelelahan  kerja  pada  bagian produksi.
Berdasarkan  hasil  tersebut  disimpulkan  bahwa  beban  kerja  tidak mempengaruhi  kelelahan  kerja.  Disarankan  kepada  pihak  perusahaan  untuk memperhatikan kondisi kesehatan pekerja,  memberi waktu istirahat pada pekerja selama 1 jam dalam 8 jam bekerja.

Daftar bacaan : 17 (1991-2010)
Kata Kunci     : Kelelahan Kerja
Klasifikasi       :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar