Kamis, 09 Januari 2014

Hubungan Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang 
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Program Studi Diploma IV Kesehatan Lingkungan    
Skripsi, 22 Juli 2011

Abstrak
Fauzan Ma’ruf (fauzanmaruf@yahoo.com)
Hubungan Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas tahun 2011
xx + 99 halaman : gambar, tabel, lampiran.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan dari seorang kepada orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kabupaten Banyumas merupakan daerah endemis DBD dan berdasarkan endemisitas DBD tahun 2010 diketahui bahwa sebanyak 24 dari 39 wilayah Puskesmas merupakan endemis DBD dan sisanya sporadik DBD. Pada tahun 2009 di Kabupaten Banyumas terjadi 379 kasus atau 20,52 per 100.000 penduduk dan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 2,38%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan dengan kejadian penyakit DBD di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan disain studi Case Control, jumlah sempel kasus sejumlah 25 kasus dan 25 kontrol. Alasan penggunaan disain ini karena studi kasus kontrol merupakan studi observasional yang menilai hubungan paparan penyakit dengan membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status pajanannya. Data yang diperoleh dianalisis ke dalam analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square (X2) dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD yaitu variabel keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di tempat penampungan alami (p = 0,042; OR = 7,579) dan bepergian/ mobilitas (p = 0,045; OR = 3,188). Hasil analisis multivariat diketahui variabel yang berpengaruh besar/ dominan berhubungan dengan kejadian penyakit DBD adalah variabel melakukan bepergian dari wilayah desa tempat tinggalnya atau mobilisasi (p = 0,011).
Simpulan penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian penyakit DBD yaitu variabel lingkungan biotik berupa keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di tempat penampungan alami dan lingkungan sosial berupa responden yang bepergian/ mobilitas. Variabel yang berpengaruh dominan adalah variabel bepergian atau mobilisasi. Disarankan untuk perlu adanya pertemuan dan kesepakatan serta dukungan dari tiap-tiap organisasi masyarakat/ LSM dan lintas sektor dalam rangka penanganan kejadian penyakit DBD yang setiap tahunnya terjadi. Kerja sama ini dapat diwujudkan dengan memfokuskan kegiatan sanitasi lingkungan pada daerah yang rawan kejadian DBD/ atau endemis.

Daftar bacaan : 27 (1985-2011)
Kata kunci : Lingkungan, Demam Berdarah Dengue (DBD)
Klasifikasi  : -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar