Selasa, 07 Januari 2014

STUDI KOMPARASI PRODUKSI BIOETANOL DARI SAMPAH KULIT NANAS DAN KUBIS DI PASAR



Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto
Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2011

Abstrak
Hera Anastasia, (Email : raracayoo@yahoo.com)
STUDI KOMPARASI PRODUKSI BIOETANOL DARI SAMPAH KULIT NANAS DAN KUBIS DI PASAR INDUK KROYA KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP TAHUN 2011.
xvi + 49 halaman : gambar, tabel, lampiran.

Sampah adalah bahan buangan sebagai akibat aktivitas manusia yang sudah tidak dipakai lagi. Sebagai barang yang sudah tidak berguna sampah dapat menjadi sumber penyakit dan dari sudut estetika menjijikan dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. Menurut pengamatan peneliti di Pasar Induk Kroya belum ada penanganan khusus untuk sampah yang dihasilkan, apabila dibiarkan maka sampah akan menggunung dan menjadi tempat tinggal dan berkembang biak binantang vektor seperti lalat dan tikus. Padahal sampah dapat diolah menjadi lebih berguna misalnya mengolah sampah organik menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan produksi bioetanol dari sampah kulit nanas dan sampah kubis. Jenis penelitian ini adalah  eksperimen semu dengan pendekatan crossectional. Variabel dalam penelitian ini meliputi  variabel bebas : sampah kulit nanas dan sampah kubis; variabel kontrol : lama fermentasi (hari), volume isian, jenis ragi, NPK, urea, dan suhu; variabel pengganggu :  jenis dan sifat bakteri, komposisi zat organik, dan pH; variabel terikat : Produksi bioetanol (volume dan kadar bioetanol). Hasil penelitian meliputi volume rata-rata produksi bioetanol dari sampah kulit nanas sebanyak 3 kg menghasilkan bioetanol sebesar 43 ml dan sampah kubis sebanyak 3 kg menghasilkan bioetanol sebesar 35 ml sedangkan untuk rata-rata kadar alkohol yang terkandung pada kulit nanas sebesar 35% dan sampah kubis sebesar 15%. Berdasarkan analisis data dengan uji t-test (tidak berpasangan) diketahui bahwa nilai sig = 0,014 < a = 0,05, maka ada perbedaan yang bermakna produksi bioetanol dari sampah kulit nanas dan sampah kubis.
Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan produksi bioetanol dari sampah kulit nanas dan kubis yang meliputi volume bioetanol dan kadar alkohol. Peneliti menyarankan kepada petugas Pasar Induk Kroya untuk dapat memanfaatkan sampah kulit nanas dan kubis menjadi bioetanol dan memberikan informasi  kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan khususnya sampah kulit nanas dan kubis dan untuk peneliti lain perlu dilaksanakan aplikasi penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas penggunaan bioetanol dari sampah kulit nanas dan sampah kubis sebagai sumber bahan bakar alternatif.

Daftar Bacaan : 16 (1982 – 2010)
Kata Kunci      : Bioetanol
Klasifikasi       : -
Full text

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar